alexametrics

Website PPDB SMA Masih Error, Titik Koordinat Tempat Tinggal Berubah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hari kedua Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online jenjang SMA dan SMK, website resmi masih kerap error. Sekitar 60 orang tua calon peserta didik mendatangi layanan informasi SMA Negeri 7 Semarang untuk mengadukan berbagai kendala. Kebanyakan mereka melaporkan titik koordinat lokasi tempat tinggal tidak sesuai dengan saat membuat akun.

Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMA Negeri 7 Semarang Musrifah mengatakan, sistem informasi yang terus-menerus diperbaiki membuat website tidak stabil. Selain alamat titik koordinat calon peserta didik yang melenceng jauh dari tempat tinggalnya, banyak nilai yang tidak terbaca.“Kalau nilai nggak tampil kan sulit untuk diedit. Lalu beberapa kali kolom nama itu berubah jadi angka,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pihaknya mengakui sejak kemarin cukup banyak orang tua yang datang bersama calon peserta didik untuk mengurus PPDB online. Sebagian tidak mencermati betul panduan yang disediakan di berbagai platform. Mereka memilih datang agar dibantu langsung oleh operator.“Kadang ada orang tua yang males menyimak dan pilih ketemu langsung. Tapi anak-anak sekarang udah cukup pintar,” imbuhnya.

Baca juga:  Kelurahan Kuningan Kembangkan Kuliner Jajanan Pasar

Untuk memberi kemudahan bagi orang tua calon peserta didik, SMA Negeri 7 membuka tujuh loket yang melayani segala aduan dan kebutuhan informasi. Sebanyak 32 panitia bergantian melayani para orang tua yang datang. Bahkan akibat website error dan beberapa permasalahan sulit diatasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng membuka kembali pengajuan akun selama dua hari kemarin.

Dikatakan, hingga kemarin tercatat ada sekitar 486 calon peserta didik yang mendaftar di SMA Negeri 7 Semarang. Kebanyakan mendaftar jalur zonasi dan prestasi. Salah satunya Heri yang mengantar anaknya datang ke SMAN 7 Semarang. Heri tengah mengurus titik koordinat tempat tinggal yang tidak akurat.

“Kemarin saat buat akun sudah betul di Ngaliyan, terus pas mau pendaftaran, tiba-tiba berubah pindah ke Jatidiri (Karangrejo, Gajahmungkur) sana, kan jadi nggak masuk zonasi SMA Negeri 7 kalau begini,” keluhnya. (taf/aro)

Baca juga:  Hindari Kerumunan, Sekolah Buka Delapan Loket

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya