alexametrics

PPDB SMA-SMK, Piagam Prestasi Tak Berlaku

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK negeri di Jateng akan dilaksanakan secara daring. Ini dilakukan untuk meminimalkan terjadinya kerumunan massa dan menekan angka persebaran Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Hari Wuljanto mengatakan, tahapan terdekat yang akan dilakukan, yakni verifikasi dan penerimaan token.“Belum, pendaftaran setelah verifikasi token calon peserta didik baru (CPDB),” ujar Hari kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (14/6/2021).

Adapun verifikasi dan penerimaan token juga akan diselenggarakan secara daring. Yakni, pada 14 -19 Juni 2021.

Untuk pendaftaran PPDB SMA-SMK diawali dengan pengajuan akun. Dari pendaftaran tersebut, nantinya CPDB akan memperoleh nomor peserta, dan token. Selanjutnya, CPDB diminta untuk melakukan aktivasi akun dengan memasukkan nomor peserta, dan token tersebut.

Baca juga:  12 Sekolah Swasta di Semarang Sudah Uji Coba PTM, Ini Daftarnya

Adapun alur pengajuan akun sebagai berikut: pertama, calon peserta didik mengakses situs PPDB online Jateng. Kemudian memasukkan kata kunci yang meliputi MSN, NIK, dan tanggal lahir. “Lalu cek data yang ada. Jika sudah sesuai dengan kata kunci, lakukan unggah pakta integritas,” terangnya.

Selanjutnya calon peserta didik melakukan persetujuan pengajuan akun. Lalu mencetak bukti pengajuan akun yang di dalamnya tertera nomor peserta dan token. Tahap selanjutnya, pendaftaran peserta PPDB. Pendaftaran akan dibuka secara online pada 21 -25 Juni 2021.“Pengumuman PPDB 2021/2022 akan dilakukan pada 26 Juni 2021,” ujarnya.

Dikatakannya, daya tampung untuk PPDB SMA/SMK negeri tahun ini memang berbeda jika dibandingkan tahun sebelumnya. Daya tampung PPDB SMA dan SMK Negeri di Jateng sebanyak 214.839 kursi, dengan rombongan belajar sebanyak 5.976 rombongan.

Baca juga:  Implementasi Materi Peluang Usaha di Masa Pandemi

“Ketersediaan ini baru mampu menampung sebanyak 42 persen dari total lulusan SMP sederajat, karena tahun ini jumlah lulusan kurang lebih sebanyak 522.295 siswa,” ujarnya. Kemudian, pada PPDB 2021/2022, Pemprov Jateng memrioritaskan anak tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Selain itu, pada jalur afirmasi di PPDB, diperuntukkan bagi calon peserta didik dari putra atau putri nakes dan tenaga pendukungnya yang menangani langsung pasien Covid-19. “Juga serta yang melakukan pengamatan atau penelusuran kasus Covid-19 dengan kontak langsung pasien dan atau orang dengan kasus Covid-19,” terangnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat ikut berperan aktif mengawasi pelaksanaan PPDB tersebut. “Sesuai pesan Pak Gub supaya tidak ada berbagai praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan PPDB 2021/2022 di Jateng,” katanya.

Baca juga:  Jadilah Pacul yang Membedah Sawah dan Menggemburkan Tanah

Dikatakannya, sistem PPDB yang saat ini dibangun juga untuk mengurangi kecurangan. “Supaya tidak ada kecurangan, sistemnya memang lebih ketat,” ujarnya.

Salah satu hal yang berbeda dari PPDB tahun lalu, yakni sudah tidak berlakunya piagam prestasi siswa. Menurutnya, melalui piagam prestasi berpeluang terjadi kecurangan yang dilakukan oleh calon peserta didik baru. “Kalau sekarang jadinya lebih ketat, karena piagam berprestasi tidak ada lagi,” ujarnya. (ewb/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya