alexametrics

Perpustakaan Bukan Hanya Sekadar Gudang Buku

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) menggelar Bimtek Strategi Pengembangan Perputakaan dan TIK Layanan Perpustakaan di Hotel MG Setos, Rabu (2/6/2021).

Acara tersebut diharapkan bisa mengubah pandangan masyarakat yang menganggap perpustakaan sebagai gudang buku menjadi perpustakaan yang memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat melalui teknologi informasi.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Prijo Anggoro membuka acara yang dihadiri peserta dari dinas provinsi, pengelola perpustakaan umum dan perpustakaan daerah.

Dalam forum yang diikuti 38 orang itu ia menekankan pentingnya inklusi sosial berbasis teknologi informasi. Dengan inklusi sosial semua kalangan masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi maupun pendidikan.

“Ketika kita tahu (berilmu) kita punya kemampuan. Ketika kita punya kemampuan kita punya daya jual. Maka kita akan diperhitungkan orang karena SDM kita berkembang,” jelasnya.

Baca juga:  Apartemen Tak Dibangun, Uang Diminta Kembali

Ia menambahkan, dengan mengedukasi diri melalui bimtek tersebut para pengelola perpustakaan yang tersebar di bebagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah mampu mentransformasikan pengetahuannya ke masyarakat.

Lalu dapat melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan pelatihan, workshop, pendampingan kegiatan yang bernilai ekonomis. Sehingga semua kalangan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup dan lebih sejahtera.

“Tiap daerah punya potensi masing-masing, kita harus membantu mengoptimalkan dengan teknologi informasi untuk memberdayakan masyarakat,” tegasnya.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam arahan pembukanya mengatakan dalam memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah dalam hal ini perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK yang terjadi saat ini.

“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (cr1/bas)

Baca juga:  Ada yang Nakal Ubah GPS Tempat Tinggalnya Supaya Dekat dengan Sekolah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya