alexametrics

12 Sekolah Swasta di Semarang Sudah Uji Coba PTM, Ini Daftarnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangSebanyak 87 sekolah negeri dan swasta melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap II mulai Senin (26/4/2021) lalu. Hal ini dilakukan setelah uji coba PTM tahap I yang digelar di dua SMP negeri dan dua SD negeri dinilai berhasil. Sebanyak 87 sekolah itu, rinciannya, 1 TK negeri, 30 SD negeri, 8 SD swasta, 44 SMP negeri, serta 4 SMP swasta.

Alhamdulillah tidak ada yg terpapar Covid-19 pada uji coba tahap I. Sehingga dilanjut tahap II sebanyak 87 TK, SD dan SMP,”kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Semarang Setyo Budi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (27/4/2021).

Dijelaskan, sekolah yang melaksanakan uji coba PTM sudah membentuk Satgas Covid-19 di setiap satuan pendidikan, serta masing-masing sekolah sudah menyusun SOP PTM dan berkoordinasi dengan puskemas terdekat, lurah, camat, kapolsek, danramil, dan lainnya.

Setyo menegaskan, apabila ada yang terkena Covid-19 akibat dari PTM ini, maka uji coba akan dihentikan sementara sembari menunggu petunjuk lebih lanjut. “PTM tahap I dan II pada prinsipnya sama, masih uji coba. Bedanya, jumlah sekolah yang melaksanakan PTM tahap II lebih banyak, dan semua wajib menerapkan SOP protokol kesehatan yang ketat,”ujarnya.

Kepala SMP Negeri 33 Semarang Didik Teguh Prihanto mengatakan, selama uji coba PTM tahap II, sedikitnya ada sembilan inovasi ketentuan yang harus ditaati seluruh warga Semarang. Di antaranya, guru pada jam pertama harus hadir 30 menit sebelum pelajaran dimulai, serta setiap hari ada empat siswa yang bertugas piket  kebersihan dan kerapian kelas. “Saat pergantian jam pelajaran, siswa tak boleh keluar kelas. Guru mengondisikan siswa agar membaca,” jelasnya.

Baca juga:  Rainda Goesti Rizkita, Tak Melupakan Pendidikan

Selama uji coba PTM, lanjut Didik, guru diminta mengembalikan keaktifan siswa dalam berbicara, dengan cara memberi kesempatan untuk bercerita, berpendapat ataupun berbagi pengalaman. Sebab, selama daring, hal itu jarang dilakukan.  “Jadi, sekolah harus membangkitkan motivasi siswa untuk berani dan memiliki rasa percaya diri,” ujarnya.

Sementara itu, SMP Negeri 39 Semarang memulai uji coba PTM bagi siswa kelas 7 yang terbagi dalam sembilan kelas. Sebanyak 144 peserta didik absen genap masuk sekolah untuk kali pertama pada Selasa (27/4/2021) kemarin. Sedangkan setengah lainnya atau siswa absen ganjil bergantian mengikuti pembelajaran daring, setelah Senin (26/4/2021) lalu menjalani uji coba PTM.

Kepala SMP Negeri 39 Hasan Budi Sulistiyo telah menyiapkan PTM sejak jauh hari. Pada kesempatan pembagian rapor, ia menyampaikan sosialisasi PTM secara bertahap. Seminggu lalu, pihaknya bahkan mengadakan simulasi PTM yang diunggah pada media sosial. Upaya tersebut cukup meyakinkan para wali murid untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM. “Ada enam wali murid yang masih belum setuju. Tapi nggak masalah, mereka tetap bisa ikut daring. Tapi ya saya harap nanti semuanya pelan-pelan berubah pikiran setelah lihat hasilnya baik-baik saja,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pada uji coba tersebut, Dinas Pendidikan Kota Semarang hanya memperbolehkan 50 persen kuota kelas yang hadir. Maksimal 18 peserta didik. Namun pihaknya membagi 16 peserta didik per kelas. Dengan sistem absen ganjil dan genap. Selasa kemarin dihadiri oleh pemilik absen genap, karena siswa absen ganjil sudah masuk di hari sebelumnya.

Baca juga:  Ajarkan Siswa SMPN 5 Disiplin Berkendara

“Respon orang tua dari update-an kami di medsos untuk  hasil PTM hari pertama bagus, karena semangat anak-anaknya luar biasa. Bahkan kemarin Kepala Puskesmas dan Bu Lurah ikut memantau di sini,” imbuhnya.

Seperti tata pelaksanaan PTM pada umumnya, peserta didik duduk dengan jarak aman, diwajibkan memakai masker, dan cuci tangan. Keluar kelas pun secara bertahap untuk mencegah kerumunan. Para wali murid menjemput di lapangan sekolah. Sedangkan sebagian lainnya pulang bersepeda atau berjalan kaki.

“Bahagia banget, seneng, setelah setahun lebih akhirnya menginjakkan kaki di SMP ini walaupun belum semua teman masuk kelas,” ungkap Annisa Okta Berlian dengan menggebu saat ditanya koran ini.

Pembelajaran daring diadakan melalui google classroom dan zoom meeting. Evaluasi PTM selalu dilakukan seusai kelas berakhir. Di akhir pekan hasil akan dilaporkan kepada Dinas Pendidikan untuk melihat perkembangan.

Baca juga:  PPDB SD Langsung Diserbu, Zona 1 Tembus 21.469 Pendaftar

Meski begitu, Hasan mengaku telah memberi izin 12 peserta didik untuk masuk sekolah sejak awal pandemi Covid-19. Mereka adalah anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi dan tidak diperhatikan orang tua di rumah. Karena absen pembelajaran daring selama beberapa pekan, akhirnya pihaknya melakukan home visit. Lalu memberi akses untuk ikut kelas daring melalui laboratorium komputer sekolah dengan pengawasan guru.

Pukul 10.00, bel berbunyi, pertanda kelas berakhir. Rini Rumsiyasih yang mengajar Bahasa Jawa di kelas VII C berpesan di depan kelas. “Jangan membeli semua yang kita suka. Tapi beli apa yang kita butuhkan. Secukupnya saja.” Peserta didik yang jelas mengenakan seragam barunya bergegas merapikan alat tulis dan pulang. Rini berharap PTM dapat berjalan lancar, dan lebih baik setiap harinya. Sehingga siswa kelas 8 dan 9 segera bisa menyusul PTM. (jks/cr1/aro)

Sekolah Swasta yang Sudah Uji Coba PTM:

  1. SD Islam Sultan Agung 04
  2. SD Hj. Isriati Baiturrahman 02
  3. SD Hj. Isriati Baiturrahman 1
  4. SD Islam Primadana
  5. SD Al Azhar 25 Semarang
  6. SD PL Santo Yusup
  7. SD Islam Al Azhar 29 BSB
  8. SD Supriyadi
  9. SMP IT PAPB
  10. SMP Maria Goreti
  11. SMP Maria Medriatik
  12. SMP Islam Hidayatullah

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Semarang

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya