alexametrics

56 Tahun, Unnes Gemilang untuk Indonesia Maju

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Berbeda dengan dies natalis tahun-tahun sebelumnya, hari ini Selasa (30/3/2021), upacara puncak peringatan dies natalis ke-56 Universitas Negeri Semarang (Unnes) diselenggarakan secara luring dengan protokol kesehatan ketat dan daring melalui zoom meeting dan live YouTube.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan rasa penuh syukur dan bangga pada peringatan dies natalis ke-56 Unnes, karena berbagai prestasi dan reputasi telah diraih Unnes. Sampai saat ini tercatat 50 Program Studi pada jenjang S1 memeroleh akreditasi A dan 11 Program Studi memeroleh akreditasi A pada jenjang Pascasarjana.

Pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 ini Unnes menjadi perguruan tinggi terfavorit ke-4 secara nasional. Jumlah pendaftar SNMPTN ke Unnes mencapai 40 ribu, mengalami kenaikan lebih dari 16 ribu dibanding tahun lalu. “Unnes juga baru saja menerima penghargaan sebagai perguruan tinggi PTNH dan BLU peringkat 1 dalam kinerja anggaran tahun 2020. Atas prestasi itulah, Unnes ditunjuk oleh pemerintah mewakili Badan layanan Umum di Indonesia dalam penandatanganan kerja sama dalam rangka meningkatkan layanan Badan Layanan Umum (BLU) dan reformasi fundamental guna mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi tahun 2021,” kata Prof Fathur Rokhman.

Tahun ini, dies natalis ke-56 mengangkat tema Unnes Gemilang untuk Indonesia Maju. Fathur menjelaskan, tema ini dipilih dari kesadaran eksistensial bahwa Unnes adalah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Universitas ini lahir dari Rahim Ibu Pertiwi dan keberadaannya juga semata-mata diorientasikan untuk kemajuan negeri. Oleh karena itu, orientasi tri dharma perguruan tinggi Unnes selalu diarahkan untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Baca juga:  Lempar Pisau Kapak Jadi Rekor Baru Unnes

Pendidikan yang diselenggarakan Unnes bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga bangsa kita menjadi bangsa unggul dan hidup bermartabat. Kegiatan penelitian kita juga semata-mata kita abdikan agar ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang semakin sejahtera. Demikian pula kegiatan pengabdian masyarakat yang kita laksanakan, semata-mata kita arahkan untuk menawarkan solusi bagi persoalan di masyarakat.

Untuk itu kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara dapat dilaksanakan dengan memiliki kapasitas, keunggulan, dan prestasi gemilang. Karena itulah, kegemilangan menjadi prasyarat jika ingin memberi kontribusi kepada bangsa dan negara secara paripurna. “Kegemilangan adalah kondisi ketika kita tidak hanya baik dan unggul, tetapi bercahaya terang oleh prestasi dan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan. Kegemilangan adalah kondisi ketika prestasi menjadi nafas kita sehari-hari. Kegemilangan adalah kondisi ketika kita semua berlomba-lomba memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Baca juga:  Siswa SDN Srondol Wetan 02 Sudah Divaksin

Lebih lanjut Prof Fathur Rokhman menyampaikan konteks spesifik Unnes hari ini, yaitu komitmen gemilang yang direalisasikan dalam tujuh bentuk kegemilangan yang meliputi Gemilang dalam kepakaran dosen, Gemilang dalam integritas melayani dengan layanan prima, Gemilang dengan terbangunnya atmosfir akademik sehat, Gemilang dalam prestasi dan karakter mahasiswa, Gemilang dalam hasil penelitian dan inovasi yang terekognisi internasional, Gemilang dalam standar akademik bereputasi internasional, dan Gemilang dalam akselerasi capaian Unnes BTNBH. “Insya Allah dengan dukungan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Bapak Presiden Ir Joko Widodo dan Bapak Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, aneka kegemilangan tersebut dapat diwujudkan sehingga Unnes mampu memberi kontribusi besar bagi bangsa dan negara tercinta,” kata Prof Fathur.

Sejak berdiri IKIP Semarang-Universitas Negeri Semarang telah melampui perjalanan panjang. Ada begitu banyak orang yang telah memberi kontribusi pemikiran, tenaga, dan biaya sehingga lembaga yang kita cintai terus bertumbuh semakin besar. Sejak berdiri pada tahun 1965 IKIP Semarang mengalami sejumlah peristiwa penting. Tranformasi kelembagaan ditandai dengan dibukanya program studi dan fakultas-fakultas baru pada era 1965 sampai 1999.

Transformasi penting lain terjadi pada 1999 ketika IKIP Semarang menerima mandat yang diperluas (wider mandate) dan kemudian bertranformasi menjadi universitas. Setelah menjadi universitas, kemudian bertambah lagi dua fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum.

Baca juga:  9.120 Mahasiswa Menari Warok, Ambalan Racana Unnes Raih Leprid

Kemajuan besar yang diraih saat ini, kata diai merupakan buah dari perjuangan begitu banyak orang. Ratusan, ribuan, dan bahkan mungkin puluhan ribu orang mengambil peran dalam membesarkan lembaga ini, berkontribusi memberikan tenaga, pemikiran, dan sumber daya lainnya. “Oleh karena itu, pada kesempatan hari ini sepatutnya kita gunakan untuk memanjatkan doa untuk para pendahulu yang telah berjasa membesarkan universitas ini. Secara khusus, kita doakan para pemimpin pendahulu kita,” bebernya.

Misalnya Ketua Dewan Presidium Pendirian IKIP Semarang Alm. Mayjen Moenadi dan Alm. Drs Mochtar yang telah meletakkan fondasi yang kukuh bagi Unnes. Doa juga selayaknya kita panjatkan untuk rektor-rektor pendahulu kita yaitu Prof. Wuryanto, Prof Retmono, Prof Hari Mulyono, dan Prof Rasdi Ekosiswoyo. “Kita juga panjatkan doa bagi dua rektor pendahulu yang saat ini masih sugeng dan sehat yaitu Prof AT Soegito dan Prof Sudijono Sastroatmodjo. “Semoga beliau senantiasa dikarunia kesehatan sehingga dapat terus membimbing kita membesarkan lembaga yang kita cintai ini,” ajak Prof Fathur Rokhman. (adv)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya