alexametrics

Sembilan PTS di Jateng Direkomendasi Ditutup, Ini Penyebabnya

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, SemarangSembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jateng direkomendasikan ditutup. Selain itu, sebagian lagi ada yang dimerger dan alih bentuk. Kesembilan PTS yang direkomendasikan ditutup itu adalah Akademi Pertanian PGRI Wonosobo. Akademi Manajemen Indonesia Kota Semarang, Akademi Perikanan Baruna Tegal, Akademi Kebidanan Perwira Husada Purwokerto, Akademi Kebidanan Soko Tunggal Kota Semarang, Akademi Kebidanan Pemerintah Kabupaten Kudus, Politeknik Jawa Dwipa Kota Semarang, Politeknik Surakarta dan Politeknik Unggulan Sragen.

Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, dari total 246 perguruan tinggi swasta dan negeri di Jateng, sebanyak 89 perguruan tinggi di antaranya belum terakreditasi. Dari jumlah itu, belum ada satu pun yang masuk predikat unggul. Sedangkan yang masuk predikat baik sekali ada dua, dan baik ada 21 perguruan tinggi.

“Dari jumlah itu, yang masuk peringkat A ada 5 PT, peringkat B ada 83, dan peringkat C ada 46 PT,” jelas Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Prof Dr Muhammad Zaenuri, Kamis (25/2/2021).

Dikatakan, sebanyak 246 perguruan tinggi itu, rinciannya universitas sebanyak 56, institut 6, sekolah tinggi 87, akademi 63, politeknik 27, dan akademi komunitas 6.

“Dengan demikian dapat dikatakan 37,9 persen PT di Jateng dalam kondisi tidak sehat, sehingga dalam waktu dekat kami akan mengusulkan pencabutan izin operasionalnya sebanyak 20 perguruan tinggi. Ini menyusul lima perguruan tinggi yang telah dicabut izin operasionalnya pada 2020,” beber Muhammad Zaenuri.

Pihaknya telah membentuk tim evaluasi kinerja perguruan tinggi. Tujuannya, untuk melakukan evaluasi kinerja akademik, khususnya bagi 89 perguruan tinggi yang belum terakreditasi.  Nantinya tim bertugas melakukan evaluasi dan pendampingan, sehingga bisa sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan.

“Apabila tidak sesuai, maka perguruan tinggi yang bermasalah direkomendasikan untuk dilakukan penggabungan atau merger. Bisa juga diusulkan untuk pencabutan izin operasionalnya,”tandasnya.

Sekretaris LLDIKTI Wilayah VI Jateng Dr Lukman menambahkan, langkah penggabungan maupun pencabutan izin operasional itu agar mahasiswa yang terdaftar dapat segera diselamatkan, mengingat lowongan pekerjaan saat ini  mempersyaratkan status akreditasi perguruan tinggi dari pelamar pekerjaan.

Pihaknya juga akan memberikan imbauan dan pendampingan kepada perguruan tinggi agar bisa melakukan update data kondisi terbaru melalui sistem yang sudah dikembangkan, baik oleh pusat (PDDIKTI) maupun LLDIKTI Wilayah VI.

“Sistemnya akan muncul secara real time di dashboard LLDIKTI Wilayah VI. Kami menjamin proses penyehatan perguruan tinggi di Jateng tidak akan merugikan mahasiswa dan dosen,” katanya.

Hal itu karena proses pengusulan untuk pencabutan izin operasional dilakukan setelah mahasiswa dan dosen akan diselamatkan dengan ditawarkan pindah ke perguruan tinggi lain yang lebih sehat.

“Bagi perguruan tinggi yang kurang sehat diberikan tawaran untuk bisa merger dengan perguruan tinggi yang lain. Kami juga akan memperketat izin pendirian perguruan tinggi, dan pembukaan prodi baru, sehingga tidak akan menambah perguruan tinggi yang tidak sehat dan merugikan mahasiswa,”ungkapnya.

Pihaknya memberikan warning agar perguruan tinggi tidak tergiur dengan iming-iming dari beberapa pihak yang mengaku dapat membantu mempercepat proses pendirian perguruan tinggi maupun pembukaan prodi baru dengan imbalan tertentu.

“Kami pastikan semua proses tidak dipungut biaya sama sekali, jadi diurus sendiri. Kami juga meminta masyarakat hati-hati memilih perguruan tinggi karena semua data sekarang bisa diketahui secara mudah,” bebernya. (jks/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...