alexametrics

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

Syarat Usia 20-59 Tahun, Lulusan PPG Bisa Ikut Seleksi

Rekomendasi

Belajar Semangat Pejuang dari Eyang Ruslan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Siswa PAUD, TK & Homeschooling SD Al-Firdaus BSB Mijen Semarang mengenalkan usaha perjuangan kemerdekaan dan kepahlawanan...

Joko-Ratna Raih Doktor Via Zoom

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Semarang (Upgris) Joko Sulianto, sukses menjalani...

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kuota yang tersedia diperkirakan mencapai 1 juta kursi.

Seperti diketahui, merujuk Undang-Undang 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), diatur dua jenis ASN. Yaitu, pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai kontrak atau PPPK. Meski beda status, kesejahteraan ASN dan PPPK hampir sama. Yang membedakan, PNS mendapat uang pensiun yang diterima setiap bulan. Untuk pegawai kontrak, tidak ada pensiun.

Pengumuman bakal dibukanya rekrutmen guru kontrak itu dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Ma’ruf menjelaskan, sejak empat tahun terakhir, jumlah guru turun 6 persen tiap tahun. ’’Karena pensiun dan pergantiannya tidak dapat mengejar kebutuhan jumlah guru,’’ jelasnya.

Kebutuhan guru terus naik karena ada peningkatan jumlah peserta didik. Selama ini kekurangan guru itu ditutup dengan guru honorer.

Dia menjelaskan, pemerintah menilai pemanfaatan guru honorer tanpa status yang jelas sangat merugikan yang bersangkutan. Sebab, tingkat kesejahteraan guru honorer berbeda jauh dengan guru PNS. Padahal, tidak sedikit honorer yang berprestasi dan telah mengabdi cukup lama sebagai guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menambahkan, ada dua latar belakang dilakukannya seleksi guru PPPK.

Pertama,mengacu pada kebutuhan guru saat ini. Berdasar data pokok pendidikan (dapodik), guru ASN yang tersedia di sekolah negeri hanya 60 persen dari jumlah seharusnya. Jumlah itu pun dalam empat tahun terus menurun rata-rata 6 persensetiap tahun. Hal itu mengakibatkan sulitnya tercapai pelayanan yang optimal bagi siswa.

Kedua, terdapat banyak guru honorer yang memiliki kompetensi sangat baik,namun kesejahteraan mereka belum terjamin. Karena itu, agar keduanya terpenuhi, pemerintah memutuskan untuk memastikan ketersediaan pengajar andal dan membuka peluang perbaikan kesejahteraan bagi para guru honorer melalui skema PPPK.

”Cukup banyak guru honorer yang gajinya sekarang Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu per bulan, yang sebenarnya punya kompetensi dan layakmenjadi ASN,” tuturnya.

Siapa saja yang dapat mendaftar dan mengikuti seleksi? Nadiem mengatakan, kesempatan mengikuti tes itu terbuka lebar bagi guru-guru honorer di sekolah negeri dan swasta. Namun, mereka harus terdaftar di dapodik. Kemudian, lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang saat ini tidak mengajar.

”Ini juga termasukguru mantan tenaga honorer kategori 2 yang belum pernah lulus seleksi PNS atauPPPK,” paparnya.

Kuota 1 juta itu bukan berarti langsung diisi seluruhnya. Syarat kelulusan wajib dipenuhi. Bilamana nanti hanya separo yang lolos seleksi, jumlah itulah yang langsung dijamin menjadi PPPK.

Meski gaji ditanggung pemerintah pusat, tunjangan para PPPK guru itu jadi tanggungan pemda masing-masing. Hal tersebut disampaikan Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hari Nur CahyaMurni dalam kesempatan yang sama kemarin (23/11).

Hari mengatakan, Kemendagri akan membuat permendagri terkait pemberian gaji dan tunjanganuntuk PPPK yang lolos seleksi. Aturan itu bakal menjadi turunan dari perpresterkait gaji dan tunjangan PPPK sebelumnya. ”Pemda wajib menyediakantunjungan PPPK yang dibayarkan sesuai dengan kemampuan pemda,” ungkapnya.

Selain itu, pemda diminta segera melakukan pemetaan dan perhitungan terkait kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan untuk melengkapi kuota yang disediakan.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Teguh Widjinarko menambahkan, ada batasan usia bagi peserta program seleksi PPPK guru. Yakni,minimal 20 tahun dan maksimal 59 tahun. Hal itu berdasar batasan usia pensiun untuk guru.

”Pada dasarnya, seleksi jalur PPPK ini usia pelamar itu bisa dari 20 tahun sampai dengan setahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang dilamar,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memerinci, anggaran untuk gaji ASN pusat yang akan direkrut mencapai Rp 1,46 triliun. Lalu,ada juga anggaran Rp 24,92 triliun untuk mereka yang akan masuk menjadi PNSdan ASN daerah.

Untuk di pusat, saat ini akan ada formasi 54.581 orang. Perinciannya, CPNS27.291 formasi dan PPPK 27.290 formasi. Untuk daerah, akan ada rekrutmen119.094 CPNS dan 1.002.616 orang PPPK.

’’Selain itu, masih ada formasi PPPKnon-guru, yaitu tenaga non kependidikan, sebanyak 70 ribu lebih. Ini yang kita siapkan anggarannya hingga mencapai Rp 24,9 triliun,’’ jelas dia.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, ada juga anggaran untuk menggaji para guru honorer yang lolos seleksi PPPK pada tahun depan. Nanti gaji guru honorer yang lolos seleksi PPPK Rp 4,06 juta per bulan.

’’Jadi, nanti kalaupara guru honorer yang sudah diterima dan menjadi guru PPPK, mereka akanmendapatkan gaji sebagai ASN,’’ imbuhnya.

Dia menjelaskan, total alokasi anggaran untuk pembayaran gaji dan tunjanganyang melekat pada gaji untuk tahun anggaran 2021 mencapai Rp 58,8 triliun.

Mekanismenya tentu saja sesudah formasi guru tadi ditetapkan di masing-masingkabupaten/kota/daerah. Untuk PPPK daerah, pembayaran gajinya akan menggunakan jalur APBD. Yakni, Kementerian Keuangan akan melakukan transfer melalui transfer umum. Penyaluran dana alokasi umum (DAU) setiap bulan dilakukan pemerintah daerahsetelah menyampaikan realisasi belanja pegawainya.

’’Jadi, dalam hal ini Kementerian Keuangan akan terus mengikuti proses ini berapayang nanti mengikuti ujian dan berapa yang kemudian betul-betul direkrut.Berapa yang kemudian mendapatkan pengangkatan oleh pemerintah daerah,” katanya. (wan/mia/dee/c6/oni/jp/ap)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Saling Berbagi Bersama Anak

RADARSEMARANG.ID - Begitu divonis positif Covid-19, saya langsung memutuskan isolasi mandiri. Berarti dua kali saya menjalaninya. Yang pertama, 28 Maret...

Lainnya

Joko-Ratna Raih Doktor Via Zoom

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Semarang (Upgris) Joko Sulianto, sukses menjalani...

Belajar Semangat Pejuang dari Eyang Ruslan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Siswa PAUD, TK & Homeschooling SD Al-Firdaus BSB Mijen Semarang mengenalkan usaha perjuangan kemerdekaan dan kepahlawanan...

Publikasi Karya Jadi Indikator Guru Profesional

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Guru adalah sosok penting yang berfungsi untuk mendidik calon-calon penerus bangsa. Dalam mengemban tugasnya, guru dituntut...

Harus Ada Strong Leader

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pandemi Covid-19 cukup berdampak terhadap sektor pendidikan. Sehingga peluang dan tantangan perguruan tinggi di era sekarang...

SMPN 38 Semarang Latih Jurnalis Cilik

RADARSEMARANG.ID SEMARANG-Semangat mengembangkan pendidikan dan karakter dalam mendukung gerakan literasin menjadikan SMPN 38 Semarang menegakkan pendidikan dalam bidang jurnalistik....

Pilih Ketua Osis dengan E-Voting

RADARSEMARANG.ID, DEMAK - Ada yang berbeda dalam pelaksanaan pemilihan ketua dan sekretaris Osis Madrasah Aliyah (MA) Sholahuddin kemarin. Pemilihan...

OSIS SMPN 27 Dilatih Kepemimpinan

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Para siswa pengurus dan calon pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 Semarang...

Berbekal Ember dan Senter, Jadi Pencari Jentik

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG--Alin Fawwaza Amin mengharumkan nama sekolah berkat kegigihannya dalam Lomba Duta Sicentik. Siswi SMPN 32 Semarang itu mempersiapkan...

Pacu Kreativitas lewat Karya Ilmiah Remaja

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG –  Memperingati Bulan Bahasa pada tanggal 28 Oktober, SMPN 1 Semarang menggelar lomba karya ilmiah. Semua kelas menjadi...

SMP 36 Menuju Sekolah Sehat

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Upaya SMP Negeri 36 Semarang menuju “Sekolah Sehat” terus dilakukan. Langkah-langkah nyata seperti praktik dalam kurikulum...

Sekolah dan Anak Harus Bersinergi

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pola asuh orangtua dan pendidikan karakter di sekolah akan menentukan sikap anak. Sekolah dan orangtua harus saling bersinergi...

Harus Ada Strong Leader

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pandemi Covid-19 cukup berdampak terhadap sektor pendidikan. Sehingga peluang dan tantangan perguruan tinggi di era sekarang...

Menarik

Duh, PKS Jawa Tengah Digugat Kadernya Rp 10,5 Miliar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah siap menghadapi kasasi kasus gugatan dua kadernya yang tidak terima diganti...

Perempuan Afganistan Belajar di Wonosobo

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Warga Desa Ngadikusuman, Kecamatan Kertek, Rabu (31/7) menerima kunjungan perwakilan Kementerian Urusan Perempuan Republik Islam Afganistan....

Cabup Cawabup H Mugiyono- KH Ali Makhsun Berjalan Kaki Diiringi Rebana dan Salawat

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati H Mugiyono, MH-KH Ali Makhsun (Mualim), Jumat (20/9) sore secara resmi...

Serunya Belajar Benda-Benda Sekitar dengan Snowball Throwing

RADARSEMARANG.ID, SERING dijumpai guru mengajar tepat waktu, namun siswa tampak tidak menikmati pembelajaran. Banyak siswa mengantuk dan tampak membosankan....

Ekonomi Membaik, Konsumen Optimistis

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Membaiknya perkonomian di Jateng, turut meningkatkan tingginya keyakinan konsumen di level optimistis. lndeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2019...

Populer

Kelezatan Pecel Keong Mbak Toen Tersiar hingga Malaysia

RADARSEMARANG.ID – Berbicara tentang nasi pecel, mungkin sudah biasa di telinga kita. Tetapi apa jadinya jika nasi pecel yang...
%d blogger menyukai ini: