alexametrics

Disdik Gencarkan Gerakan Donasi Ponsel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dimas Raka Arfian terharu. Sebelumnya sempat terkendala mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena tak memiliki ponsel. Namun pelajar kelas 9 di SMP Negeri 44 Semarang ini sudah bisa bernafas lega, setelah sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Semarang memberikan bantuan handphone.

Di kediamannya, Dimas mengaku awalnya guru Bimbingan Konseling (BK) RR Reni Hartati, wali kelasnya Yusuf Nugroho dan guru pendamping Retno Setyoningsih, datang ke kediamannya di Wonoyoso RT 6 RW 4, Kelurahan Wonoplumbon, Mijen, Kota Semarang. Kemudian esok kepala sekolahnya datang memberikan handphone.

“Saya awalnya punya handphone, tapi rusak, LCD-nya pecah. Waktu itu mau service kesusahan, ndak punya dana. Kemudian Bu Roro (guru BK) dan lainnya datang, besoknya saya dapat bantuan handphone,” sebut Dimas dengan linangan air mata dan rasa kegembiraan.

Baca juga:  Ajarkan Siswa SMPN 5 Disiplin Berkendara

Dimas mengakui ibunya Rusmi sakit sudah menahun sejak ia masih SD, sehingga tidak bisa bekerja. Adapun ayahnya hanya seorang sopir luar kota yang menyebabkan jarang pulang ke rumah. Adiknya putus sekolah karena tidak memiliki biaya untuk sekolah di SMP swasta. Sedangkan untuk masuk ke SMP negeri, nilai adiknya tidak mencukupi. Dimas merasa sangat beruntung atas bantuan gadget yang diberikan oleh Disdik Kota Semarang. “Selain HP, saya dapat bantuan kuota internet untuk mengikuti PJJ,” katanya penuh syukur.

Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri menuturkan, gerakan bantuan ponsel menjadi solusi untuk memberikan hak pembelajaran siswa di tengah pandemi Covid-19. “Gerakan yang dilakulan para pengajar menjadi solusi, dan sangat membantu bagi siswa kurang mampu,” kata Gunawan kepada wartawan.

Baca juga:  Video Ucapan Dies Natalis Unnes dalam 80 Bahasa Raih Leprid

Sedangkan Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Padmaningrum mengusulkan donasi ponsel. Pihaknya menyadari tidak semua permasalahan pendidikan dapat dibebankan pada APBD yang terbatas. Perlu ada partisiapasi masyarakat, seperti menggerakkan donasi telepon. Nantinya NGO atau masyarakat yang tertarik dapat mengikuti. Hasilnya dapat diserahkan bagi siswa yang memang tidak punya gadget untuk mengakses PJJ.

“Tapi, sebaiknya ini digerakkan oleh masyarakat. Sebab kalau dinas yang mengumpulkan juga tidak etis. Tidak perlu bantuan yang besar. Cukup seikhlasnya saja. 100 ponsel pun kalau memang terkumpul, sudah sangat membantu bagi siswa yang membutuhkan,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman mengaku, siap mengajak anggota dewan yang lain untuk berpartisipasi dan menyebarluaskan ke masyarakat dalam donasi ponsel ini. Permasalahan pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. “Mungkin nanti dari Komisi E bisa mengajak masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam donasi ponsel ini,” katanya. (jks/akm/ida/bas)

Baca juga:  Satgas TMMD Ajak Remaja Jauhi Narkoba

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya