alexametrics

Nguri-Uri Budaya Lewat Keroncong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – SMPN 9 Kota Semarang berusaha mempertahankan eksistensi musik keroncong. Meskipun baru berusia setahun, ekstrakulikuler keroncong sudah sering mengisi acara-acara penting

Sebut saja di Acara Perayaan Guru dan Karyawan Nasrani Se-Kota Semarang. Selain itu, mereka juga pernah tampil di acara Kampanye Pelestarian Cagar Budaya yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Guru IPS sekaligus pembina ekstrakulikuler keroncong Arif Riantoni mengatakan, anak-anak setiap minggu rutin berlatih. Walaupun belum ada kompetisi, latihan tetap dilakukan agar kemampuan anak-anak semakin meningkat.

“Latihan diadakan seminggu sekali pada hari Senin. Jamnya setelah pulang sekolah ya, sampai pukul 17.00. Semua siswa mengikuti, kecuali kelas 9 dikarenakan mereka harus mempersiapkan diri untuk ujian nasional,” ucapnya.

Baca juga:  Keroncong Pusat Kota, Hidupkan Lagu Keroncong di Masa Kini

Adanya keroncong memberikan arti kecintaan anak-anak pada budaya asli Indonesia. Ia berharap anak-anak selalu melestarikan dan mencintai lagu-lagu keroncong. “Melalui keroncong, anak-anak berarti nguri-uri budaya asli Indonesia. Terlebih, jika anak-anak sudah memiliki bakat dan minat yang besar. Pada saat tampil, mereka bergembira bernyanyi dan menari lagu keroncong di era milenial seperti ini,”imbuhnya.

Kepala SMPN 9 Erna Listyati menceritakan awal mula terbentuknya ekstrakulikuler keroncong. “Awal mula yang berinisiatif Pak Arif Riantoni, beliau menyukai musik keroncong dan memiliki alat musik di rumahnya. Karena bingung tidak dimanfaatkan, akhirnya beliau sumbangkan ke sini. Ternyata, ada orang tua yang mengetahui hal tersebut dan tertarik untuk ikut menyumbang,” papar perempuan asli Semarang tersebut.

Baca juga:  Indra Utami Hibur Kenduri Keroncong

Baginya, ekstrakulikuler keroncong mendorong anak-anak untuk melestarikan budaya dan seni. Sumbangan alat dari orang tua siswa juga berguna untuk menghidupkan kembali musik keroncong di era modern. “Tidak semua remaja menggemari keroncong, Saya ingin, anak-anak mencintai budaya Indonesia. Kebetulan di sini alatnya sudah lengkap, harapannya anak-anak bisa memanfaatkan dengan baik,”tandasnya. (avi/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya