alexametrics

Ekstrakulikuler Keroncong, Lestarikan Budaya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Melalui ekstrakulikuler keroncong, SMPN 9 Kota Semarang mempertahankan eksistensi musik keroncong. Meskipun baru berusia setahun, ekstrakulikuler keroncong sudah sering mengisi acara-acara penting.

Mereka pernah tampil di acara Kampanye Pelestarian Cagar Budaya yang diadakan oleh Kemendikbud RI. Termasuk di acara Perayaan Guru dan Karyawan Nasrani se-Kota Semarang.

Arif Riantoni, guru IPS sekaligus pembina ekstrakulikuler keroncong mengatakan anak-anak setiap minggu rutin berlatih. Walaupun belum ada kompetisi dalam waktu dekat, latihan tetap dilakukan agar kemampuannya semakin meningkat.

“Latihan diadakan seminggu sekali pada hari Senin. Jamnya setelah pulang sekolah, sampai pukul 17.00. Semua siswa mengikuti, kecuali kelas 9 yang harus mempersiapkan diri untuk ujian nasional,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang pada Selasa (3/11) kemarin.

Baca juga:  Tutup Tahun 2021, Unnes Tambah Dua Guru besar

Menurutnya, adanya keroncong memberikan arti kecintaan anak-anak pada budaya asli Indonesia. Ia berharap, anak-anak selalu melestarikan dan mencintai lagu-lagu keroncong. “Melalui keroncong, anak-anak berarti Nguri-nguri budaya asli Indonesia. Terlebih, jika anak-anak sudah memiliki bakat dan minat yang besar. Pada saat tampil, mereka bergembira bernyanyi dan menari lagu keroncong di era millenial seperti ini,”imbuhnya.

Kepala SMPN 9, Erna Listyati menceritakan awal mula terbentuknya ekstrakulikuler keroncong. “Inisatornya Pak Arif Riantoni, beliau menyukai musik keroncong dan memiliki alat musik di rumahnya. Karena bingung tidak dimanfaatkan, akhirnya disumbangkan ke sini. Ternyata, ada orang tua yang mengetahui hal tersebut dan tertarik untuk ikut menyumbang,” papar wanita asli Semarang tersebut. (avi/ida)

Baca juga:  Tumbuhkan Wirausaha saat Pandemi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya