alexametrics

Hendi Ingatkan Siswa Tak Panggil Nama Orang Tua, Kenapa?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – SMP Negeri 39 Semarang mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Pelestari Permainan Tradisional, Selasa (12/11). Siswa menyambut kehadiran Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan memainkan sejumlah permainan tradisional.

Dalam kunjungannya, Hendi menyampaikan bahwa sekolah perlu memiliki suatu ikon atau keunggulan yang dapat membuat siswa nyaman ketika melaksanakan kegiatan belajar maupun menghabiskan waktu bermain. SMP Negeri 39 Semarang dianggap sukses dengan mengenalkan 26 jenis permainan tradisional.

Tak hanya itu, Hendi juga menyisipkan pesan pada siswa untuk tak melakukan tindak bullying. Ia mengimbau supaya siswa tak lagi memanggil teman dengan nama orang tua. Hal sederhana yang kerap dijadikan bahan bercanda namun sebenarnya menyakiti hati orang lain. Selain itu, ia juga berpesan supaya siswa tak lagi melakukan body shaming. “Yang gendut jangan mengejek yang kurus, begitu pun sebaliknya,” ungkapnya diselingi tawa.

Baca juga:  Ajarkan Kolaborasi Lewat Pameran Seni Budaya

Kepala SMP Negeri 39 Semarang M Hasan Budi Sulistyo tak ingin deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Pelestari Permainan Tradisional ini hanya sebagai simbol saja. Ia memastikan program-program yang sudah dirancang nantinya akan konsisten dilakukan. “Sebenarnya kami sudah kenalkan permainan tradisional sejak lama, hanya saja baru sekarang ini dideklarasikan. Saya ingin supaya kami bisa konsisten bahagiakan anak-anak, tak hanya dengan permainan tradisional namun juga dengan kondisi sekolah yang nyaman,” paparnya.

Tak hanya deklarasi, SMP Negeri 39 Semarang pagi itu juga mengadakan pameran pendidikan. Terdapat sembilan stan, di antaranya stan permainan tradisional, kerajinan tangan, literasi, makanan olahan siswa, serta media informasi. Adapun permainan tradisional yang saat itu dipamerkan adalah egrang bambu, dakon, batok, layang-layang, pecah-pecahan, lompat tali, bola bekel, gasing, bentengan, labirin, bakiak, engklek, gundu, halma, monopoli, serta ular tangga. (cr4/ton)

Baca juga:  Pola Didik Anak Jadi Perhatian Serius

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya