Cita-Cita Tentara Berubah Jadi Menteri Keuangan

388
PRFESIONAL MENGAJAR : Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I Mulyanto Budi Santosa menerangkan ke siswa SD Negeri Lamper Kidul 02 tentang profesi Dirjen Pajak. (NORMA SARI YULIANINGRUM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRFESIONAL MENGAJAR : Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I Mulyanto Budi Santosa menerangkan ke siswa SD Negeri Lamper Kidul 02 tentang profesi Dirjen Pajak. (NORMA SARI YULIANINGRUM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – SD Negeri Lamper Kidul 02 kedatangan tamu istimewa, Senin (4/11). Jajaran Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Tengah 1 masuk ke ruang-ruang kelas dan mengambil alih peran guru.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I Mulyanto Budi Santosa pagi itu ikut menjadi pengajar di salah satu kelas. Ia memberikan gambaran mengenai profesi Dirjen Pajak dengan menganalogikannya dengan struktur organisasi kelas. “Saya ingin memberikan gambaran ke anak, supaya mereka bisa membayangkan profesi Dirjen Pajak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Di dalam pengajaran, siswa dilibatkan langsung oleh Mulyanto dengan pura-pura dijadikan sebagai Kepala Bidang. Siswa yang semula asing dengan profesi Dirjen Pajak seketika berubah menjadi antusias.

Adyandra Cahya, 11, salah seorang siswa mengaku cita-citanya berganti setelah mendapat wawasan baru mengenai Dirjen Pajak. “Tadinya ingin jadi tentara tapi setelah didatangi Dirjen Pajak berubah ingin jadi Menteri Keuangan,” ungkapnya diiringi tawa.

Kepala SD Negeri Lamper Kidul 02, Suhartini ingin anak-anak memiliki motivasi baru untuk menggapai cita-citanya. “Saya ingin anak-anak sejak dini dikenalkan mengenai keuangan negara kita. Syukur-syukur kalau ada yang termotivasi ingin jadi menteri,” tandasnya.

Tak hanya Dirjen Pajak yang mengambil alih peran guru. Dirjen Bea dan Cukai juga ikut unjuk gigi. Mereka membawa anjing pelacak untuk menunjukkan kerja Dirjen Bea dan Cukai saat melacak barang-barang di bandara. Hal itu semakin membuat siswa antusias. Tak sedikit yang ingin berdekatan langsung dengan anjing pelacak dan memperagakan petugas Bea dan Cukai ketika sedang melacak barang.

Meski bukan hal baru bagi siswa didatangi Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai, namun itu tak menyurutkan rasa antusias mereka. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Esy Fitrianingrum mengaku, agenda serupa ini sinkron dengan materi pelajaran siswa yaitu pelajaran ekonomi. Jika sehari-hari siswa hanya mendapatkan gambaran mengenai perihal keuangan lewat teks atau gambar, kini siswa bisa langsung mendengarkannya dari pihak profesional. (cr4/ton)