Jangan Malu untuk Mulai Menulis

397
GERAKAN LITERASI : Siswa SMP Negeri 36 Semarang sedang mempraktikkan menulis fabel, cerpen dan puisi dalam rangka memperingati Bulan Literasi dan Bulan Bahasa, Selasa (8/10). (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GERAKAN LITERASI : Siswa SMP Negeri 36 Semarang sedang mempraktikkan menulis fabel, cerpen dan puisi dalam rangka memperingati Bulan Literasi dan Bulan Bahasa, Selasa (8/10). (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—SMP Negeri 36 Semarang menggelar kegiatan pelatihan literasi sekolah, Selasa (8/10). Sebanyak 87 siswa kelas 7, 8 dan 9 pilihan serta pengurus OSIS tampak antusias mengikuti pelatihan menulis dengan pemateri Redaktur Jawa Pos Radar Semarang Pratono.

Kepala SMP Negeri 36 Semarang Aminah Kurniasih menjelaskan, pelatihan kegiatan literasi sekolah memang rutin dilaksanakan setiap tahun. Acara ini juga dalam rangka memperingati Bulan Literasi yang jatuh pada 26 September 2019 dan Bulan Bahasa pada Oktober ini.

“Segala aktivitas dalam rangka mendukung gerakan literasi sekolah sedang digaungkan oleh Bapak Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi agar anak-anak kota Semarang senang membaca. Kami termasuk yang mendukungnya,” tutur Aminah.

Selama ini, SMP Negeri 26 telah melaksanakan kegiatan literasi untuk meningkatkan aktivitas membaca para siswa. Sebelum pelajaran dimulai, siswa akan membaca buku selama 15 menit. “Tiap kelas ada pojok baca yang menyediakan buku bacaan. Siswa bisa membaca buku di pojok baca atau meminjam di perpustakaan.”

Dalam acara ini, Pratono berbagi pengalaman dan tips dalam menulis. Sementara para siswa diharapkan setelah acara bisa menulis fabel, puisi dan cerpen. Aminah menjelaskan, karya-karya terbaik rencananya akan diberi hadiah pada peringatan Hari Sumpah Pemuda mendatang. “Karya anak-anak ini rencananya juga akan kami bukukan,” tambah Aminah.

Sementara Pratono menjelaskan, memang pada awalnya banyak anak yang tampak kebingungan untuk mulai menulis. Mereka bingung mencari ide untuk dituangkan dalam berita. “Ide cerita bisa kita dapatkan dari mana saja. Bisa dari melakukan pengamatan lingkungan di sekitar kita atau pengalaman-pengalaman yang pernah kita jalani,” jelasnya.

Setelah menemukan ide, bisa dilanjutkan dengan menyusun kerangka tulisan. Garis besar jalannya cerita bisa ditulis dulu agar nantinya mudah dalam mengembangkan menjadi tulisan yang lebih panjang. “Jangan malu untuk memulai menulis, sebab segala sesuatu tidak akan terwujud bila kita tidak mau memulainya. Bila nanti ada kritikan, itu akan jadi cara agar kita setelah ini bisa menulis lebih baik lagi,” tambahnya sambil memberi motivasi pada siswa. (ton)