alexametrics

Ribuan Pelajar Luangkan Waktu Membaca 15 Menit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Seribu pelajar dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi di Kota Pekalongan mengikuti Gerakan Ayo Membaca yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus), berlangsung di Lapangan Jetayu. Tujuannya meningkatkan minat baca masyarakat.

Setiap peserta membawa buku yang akan mereka baca secara serentak selama 15 menit. Berbagai genre buku bebas mereka bawa,  baik fiksi,  maupun buku-buku pengetahuan.

Kepala Disarpus Kota Pekalongan Kustiati Sri Mulyani mengatakan, dengan berkembangnya zaman saat ini, minat baca penduduk Indonesia berkurang. Teknologi yang serba instan juga membuat budaya membaca buku beralih ke media digital.

“Program ini sudah kami jalankan sejak 2014 lalu, membaca menjadi sebuah budaya yang tidak boleh hilang,  terutama bagi para pelajar.  Mengutip data dari UNESCO, budaya membaca masyarakat Indonesia dinilai masih cukup rendah yakni masih 1/1000, artinya dari seribu orang Indonesia hanya satu orang yang rajin membaca. Sedangkan, hasil kajian dari Perpustakaan Nasional tahun 2015 menunjukkan durasi membaca hanya 63 persen yaitu 0-2 jam per harinya,” ujar Sri Mulyani

Baca juga:  Guru Terus Bergerak, Berbagi dan Kolaborasi

Ia menambahkan, bahwa peran guru dan orang tua juga harus aktif untuk mengajak anak-anak asuhannya gemar membaca buku. Membacakan buku pada anak juga menjadi bagian penting, agar anak terbiasa dengan buku dan membaca.

“Dengan demikian langkah ini akan membantu mencetak anak-anak menjadi generasi emas Indonesia. Sebab, dengan membaca, anak-anak bisa mendapat pengetahuan dan wawasan yang lebih,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz, didampingi Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Khusnul Khotimah yang turut hadir membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Gerakan Ayo Membaca. Menurut Saelany, anak-anak saat ini lebih sibuk dengan gadgetnya dibanding membiasakan mengisi waktu luang dengan membaca.

Baca juga:  Giatkan Literasi di Tengah Pandemi

“Era modern saat ini budaya membaca buku mulai ditinggalkan,  padahal membaca adalah faktor penting untuk mecetak genarasi yang cerdas.  Generasi yang maju adalah ketika masyarakatnya mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai kegiatan sehari-hari sehingga akan tercipta masyarakat yang cerdas dan berbudaya,” ungkap Saelany.

Saelany juga mengimbau untuk memanfaatkan waktu sekurang-kurangnya 15 menit, membaca buku apa pun yang semunya bersifat mendidik. Hal Ini dilakukan untuk membiasakan siswa gemar membaca. (alf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya