alexametrics

SMAN 1 Karangtengah Kedatangan Tamu dari Queensland

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Ada yang berbeda di SMAN 1 Karangtengah kemarin. Sejumlah guru disibukkan dengan kedatangan tamu dari Queensland Australia. Mereka adalah para guru pengajar Bahasa Indonesia di sejumlah SMA di negara bagian negeri Kanguru tersebut.

Para bule tersebut berkunjung ke SMAN 1 Karangtengah sebagai bagian dari muhibah hasil kerjasama antara Pemprov Jateng dengan lembaga pendidikan pemerintah Australia. Mereka adalah Miss Mc Gregor, Mr Duncan, Miss Magnusson, Miss Kimmet, Miss Boothby, dan Miss Kennedy.

Kepala SMAN 1 Karangtengah, Siti Asiyah mengungkapkan, adanya kunjungan tersebut diharapkan dapat mendorong para guru SMA di Demak untuk memacu prestasinya masing masing. “Kita undang guru guru SMA yang tergabung dalam MKKS dan MGMP Bahasa Indonesia dan Bahas Inggris dari berbagai sekolah di Demak untuk ikut kegiatan short course di SMAN 1 Karangtengah ini,” ujar Asiyah kemarin.

Baca juga:  Pekan Depan Semua SMP di Kabupaten Pekalongan Sudah Bisa PTM

Menurutnya, kedatangan tamu dari Ausie tersebut secara otomatis telah mengangkat derajat sekolah yang dipimpinnya tersebut. “Ini tentu sebuah penghargaan bagi kami karena SMAN 1 Karangtengah dipilih oleh Pemprov Jateng menjadi salah satu sasaran kunjungan teacher luar negeri tersebut,”katanya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jateng, Ernest Ceti Septyanti mengatakan, dengan adanya kunjungan guru dari Queensland itu, SMA/SMK di Jateng sudah saatnya go international. “Ini sebagai salah satu upaya memberi motivasi kepada guru guru SMA, termasuk di Demak ini agar bisa menembus batas antar Negara. Dengan demikian, tidak hanya mampu mengembangkan diri sesuai standar pendidikan nasional saja, tapi sudah saatnya bisa meningkatkan kualitasnya secara internasional,” ujar Ernest.

Baca juga:  Masa Pengenalan Siswa Baru lewat Zoom Tetap Pakai Seragam

Dalam acara itu, para guru diberikan kesempatan untuk tukar pikiran dan gagasan terkait dengan pengembangan pengajaran Bahasa Indonesia dan Inggris yang dapat membangun karakter siswa. “Kunjungan seperti ini sudah berjalan lama. Sudah sejak 1993,” kata dia. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya