alexametrics

Gali Potensi melalui Pelatihan Rajut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik melakukan pelatihan merajut dengan media jaring. Pelatihan yang digelar di Balai Kelurahan Srondol Wetan ini melibatkan pelatih rajut yang diakui Unesco.

Plt Lurah Srondol Wetan Dewi Meirijana menjelaskan, pelatihan merajut berguna untuk masyarakat bisa kembali berkegiatan. Selain itu, melalui pelatihan ini, diharapkan menambah pemasukan keluarga.

Pelatih Astuti menjelaskan, pelatihan merajut menggunakan metode jaring mempunyai banyak fungsi dibandingkan rajut yang tidak menggunakan jaring, seperti tidak lembek, finishing lebih cepat, dan memiliki kualitas yang lebih baik. Bahan baku untuk membuat tas dan dompet adalah jaring, benang nilon, dan hakpen.

Diakuinya, kegiatan merajutnya dimulai dari kecil, tepatnya saat SMP. Kini, ia mengisi di berbagai pelatihan merajut. Karyanya sudah menjadi pesanan para pejabat. Bahkan, tas rajutnya diakui oleh Unesco.

Baca juga:  Ceko Dukung Indonesia Bersama-Sama Menuju Global Economic Recovery melalui Pembangunan Berkelanjutan

Ia menambahkan, tas rajutnya bisa terjual hingga jutaan rupiah. Teknik merajutnya dengan lurus, kemudian naik, lurus kembali dan turun. “Harus teliti karena homemade,” ungkapnya. (fgr/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya