alexametrics

Wali Kota Hendi Minta Peserta Seleksi CASN Tertib Prokes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Peserta seleksi penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tahun 2021 diminta menaati protokol kesehatan (Prokes). Agar tidak terjadi klaster Covid-19, terutama Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

“Panitia pelaksana SKD harus mempersiapkan kenyamanan, kesehatan, dan keamanan seluruh peserta yang mengikuti seleksi,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Dari data yang ada, tercatat 20.330 peserta akan mengikuti tes SKD yang akan memperebutkan 1.241 formasi CPNS. Namun dua peserta memilih titik lokasi di luar negeri yaitu Kedubes RI Manila-Filipina dan Kedubes RI Denhaag-Belanda.

“Di wilayah Kota Semarang terdapat di 4 titik lokasi yang dijadikan tempat penyelenggaraan seleksi penerimaan CASN. Antara lain Unnes, Udinus, Hotel UTC dan Balai Merapi PRPP. Semuanya harus tertib protokol kesehatannya,” kata Hendi-sapaan akrab wali kota.

Baca juga:  DLH Semarang Sulap Sanpah Plastik Jadi Taman Ecobrick

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Masdiana Safitri menjelaskan, pihaknya telah menyusun sejumlah prosedur prokes yang ketat, antara lain dengan membatasi jumlah peserta tes per harinya menjadi 3 sesi. Sehingga tes akan dilaksanakan selama 18 hari mulai 19 September sampai 6 Oktober 2021.

“Setiap hari ada 3 sesi, masing-masing sesi pesertanya 400 orang. Jadi butuh 18 hari untuk memfasilitasi 20 ribu lebih peserta tersebut. Jadwalnya ada di portal bkpp.semarangkota.go.id,” terangnya.

Peserta seleksi dianjurkan untuk dapat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum waktu pelaksanaan SKD, sehingga dapat dalam keadaan sehat. Itu dibuktikan dengan mencetak surat deklarasi pernyataan sehat. Sedangkan untuk peserta wilayah Jawa, Bali, dan Madura, diwajibkan sudah mendapatkan vaksin minimal dosis pertama.

Baca juga:  54 Tempat Hiburan dan Objek Wisata Kantongi Izin Beroperasi

“Kalau untuk peserta seleksi yang tidak dapat divaksin karena dalam kondisi hamil, menyusui, memiliki komorbid, atau penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan, wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter pemerintah yang menyatakan peserta tidak dapat divaksin,” kata mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwsata (Disbudpar) ini.

Masdiana menerangkan, bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu pasca melahirkan sebelum masuk di antrean diwajibkan melapor ke help desk untuk mempermudah memberikan fasilitasi kelancaran dan akan diutamakan dalam akses antrean tersendiri.

“Secara khusus, peserta seleksi diwajibkan melakukan swab PCR maksimal 2×24 jam, atau 1×24 jam untuk antigen sebelum jadwal SKD yang menyatakan negative. Jika positif bisa menginformasikan ke panitia melalui pesan singkat whatsapp di nomor 083836048222,” pungkasnya. (den/ida)

Baca juga:  Transparansi dan Akuntablitas Tetap Jadi Komitmen Pemkot Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya