alexametrics

2019, Investasi Masuk Jawa Tengah Rp 36,16 Triliun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMERINTAH Provinsi terus bekerja maksimal dan melakukan inovasi untuk menggenjot sektor Investasi di Jawa Tengah. Hasilnya cukup memuaskan dan terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng mencatat, semester pertama 2019 (Januari-Juni), investasi yang masuk di Jawa Tengah mencapai Rp 36.162.337.010.000.

Jumlah tersebut sudah sebanyak 76 persen dari target awal DMPTSP Jawa Tengah sebesar Rp 47.42 triliun di tahun 2019. Dengan perolehan tersebut, DPMPTSP optimistis target investasi akan terlewati bahkan bisa melebihi. Mengingat masih ada enam bulan dan semakin banyak investor yang terus melirik Jawa Tengah.

Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Tengah juga terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Baik dari sektor investasi, pemerataan daerah investasi sampai penamanam modal baik dari dalam maupun dari luar negeri. Lihat grafis. “Semester pertama Januari-Juni investasi yang masuk sudah mencapai Rp 36, 16 triliun. Jumlah ini cukup besar dan sangat memuaskan,” kata Plh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Didik  Subiantoro.

Baca juga:  Terdampak Korona, Laju Investasi Semarang Melambat

Ia menambahkan, dari capaian sebesar itu, investor asing masih mendominasi dan menyumbang nilai yang lebih tinggi. Yakni sebesar Rp 22,64 triliun dari total investasi yang masuk Jawa Tengah. Jepang masih menjadi yang paling terdepan dalam menjadi investor (90  persen). Kemudian disusul Korea Selatan (3 persen); R.R Tiongkok (2 persen); Malaysia (1 persen) dan Singapura (1 persen). “Investor luar negeri asing masih menjadi yang banyak menanamkan modal di Jawa Tengah,” tambahnya.

Pemprov Jawa Tengah terus melakukan promosi dan inovasi agar Investor semakin tertarik. Bahkan sampai pertengahan 2019, sudah ada 12 perusahaan besar yang tertarik masuk ke Jateng. Sebagian bahkan sudah mengurus perijinan dengan total investasi yang cukup besar. “Di Kabupaten Pati, sudah ada investor yang masuk dan nilainya mencapai Rp 1,2 Triliun. Ini kabar yang menggembirakan untuk menggenjot investasi di Jateng,” tambah Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Jateng, Intan Trinegari.

Baca juga:  Petakan Potensi Investasi dengan Regionalisasi

Didik  Subiantoro mengakui, magnet Jawa Tengah untuk menarik investasi tidak hanya dari kondisi sosial, geografis dan politis semata. Tetapi peran kepala daerah yang semakin terbuka dengan investor menjadi salah satu alasan Jateng terus diminati. Berbagai potensi di masing-masing daerahpun tidak akan bisa terlihat jika tidak didukung kepala daerah terutama dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang benar-benar terbuka dengan investasi. “Inovasi penting dan akan terus dikembangkan, mengingat masih banyak potensi investasi di Jateng yang belum tergarap dengan maksimal,” tegasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor Industri makanan juga mulai menjadi penyumbang investasi dan terus berkembang. Semester pertama 2019, sektor tersebut menempati posisi kedua PMDN dengan total investasi sebesar Rp 1.002.673. Jumlah yang cukup besar dan bisa terus dikembangkan. “Artinya jika dikembangkan dimaksimalkan potensi sektor industri makanan bisa menyumbang lebih besar untuk investasi,” tambahnya.

Baca juga:  Transparansi dan Akuntablitas Tetap Jadi Komitmen Pemkot Semarang

Untuk penyebaran investasi di Jawa Tengah terus mengalami pemerataan hampir di semua daerah. Sejumlah daerah bahkan sekarang menjadi primadona seperti halnya Kabupaten Gorobogan. Kawasan tersebut mulai dilirik investor untuk mengembangkan usaha seperti kulit sintesis dan pakan ternak. “Kami juga terus melakukan pemetaan dan turun langsung ke daerah. Sehingga bisa mengetahui masing-masing potensi dan bisa ditawarkan ke investor yang berminat. Jateng akan terus menjadi primadona bagi investor,” tambahnya. (fth/adv/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya