alexametrics

Tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Wafat di Jogja, Berikut Profil dan Kiprahnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tokoh bangsa yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia. Dia menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Kabupaten Sleman, Jogjakarta.

Buya Syafii adalah seorang ulama dan cendekiawan Indonesia. Buya Syafii lahir di Sumpur Kudus, Minangkabau pada 31 Mei 1953 dari pasangan Ma’rifah Rauf Datuk Rajo Malayu dan Fathiyah. Dia wafat pada usia 86 tahun.

Pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) Negeri Sumpur Kudus, Sumatera Barat. Ia juga belajar agama ke sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Sumpur Kudus setiap sore. Sementara malamnya, Buya Syafii belajar mengaji di surau yang berada di sekitar tempat tinggal.

Baca juga:  Pemerintah Siap Wujudkan Indonesia Sebagai Pusat Produsen Halal Dunia

Buya Syafii melanjutkan pendidikan ke Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Lintau, Sumatera Barat dan melanjutkan sekolah ke Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Jogjakarta.

Buya Syafii selanjutnya kuliah di Universitas Cokroaminoto Surakarta jurusan sejarah IKIP Jogjakarta. Dia melanjutkan pendidikan S2 jurusan Sejarah di Ohio State University dan S3 Pemikiran Islam di Chicago University.

Ia menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah pada tahun 1998-2005. Pemimpin Redaksi majalah Suara Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 1988-1990, Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute.

Buya Syafii pada 2008 tercatat memperoleh penghargaan Ramon Magsasay Award Foundation (RMAF), karena komitmen dan kesungguhannya membimbing umat Islam untuk menyakini dan menerima toleransi dan pluralisme sebagai basis keadilan dan harmoni di Indonesia bahkan di dunia. (*/bas)

Baca juga:  Menko Airlangga Harap Vaksin Merah Putih Diedarkan 2022

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya