alexametrics

Kopda DA Sering Bawa Pulang Mobil Kolonel P

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Salah seorang oknum anggota TNI yang terlibat dalam kasus buang korban tabrak lari di Nagreg, Bandung, Jawa Barat, berdinas di Kodim 0730/Gunungkidul. Yaitu: Kopda Andreas Dwi Atmoko (DA). Ia lahir di Padukuhan Gading IV, Gading, Kapanewon Playen, selama ini dikenal baik dan pendiam.

Hal itu dibenarkan Dukuh Gading IV Supriadi. Dia mengatakan, DA lahir di Padukuhan Gading IV. Hanya saja,  setelah menikah, kartu keluarga (KK) ikut dengan pihak istri. “Kadang mampir ke rumah bapaknya di Padukuhan Gading IV,” katanya saat ditemui wartawan, Senin (27/12).

Karena tugas kedinasan dan kesibukannya, DA hanya sambang orang tua dan istirahat di rumah orang tuanya. DA juga meluangkan waktu mengunjungi kedua orang tua mungkin hanya saat turun piket dan mampir.

Baca juga:  Menko Airlangga Dorong Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat di Muara Enim

Dilansir dari radarjogja.id, sepanjang yang diketahui, Kopda DA ketika di Gading jarang bersosialisasi dengan warga. Itu bisa dimaklumi, lantaran terikat dengan kedinasan. DA sempat menjadi anak buah Kolonel Inf P (Priyanto) saat bertugas menjadi Komandan Kodim 0730/Gunungkidul pada medio 2015-2016. “Kopda Andreas Dwi Atmoko) dikenal sosok pemuda yang baik dan pendiam,” ujarnya.

Mengenai mobil Panther hitam yang diketahui terlibat dalam kecelakaan di Nagrek itu, dia menyebut beberapa kali dibawa pulang ke rumah Kopda DA. “Atasannya dulu di Gunungkidul. Panther warna hitam ya seringlah dibawa pulang, mungkin dari mana gitu,” ungkapnya.

Ditanya mengenai penangkapan Kopda DA karena terlibat kasus buang korban tabrak lari sejoli, dia mengaku tidak tahu. Hingga kini juga tidak ada dari pihak TNI menghubunginya untuk bertemu dengan keluarga.

Baca juga:  Airlangga Sebut Momen Mudik Idul Fitri Menjaga Perekonomian Masyarakat

Sementara itu, Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Kav Anton Wahyudo saat dikonfirmasi wartawan mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menjawab terkait permasalah itu. Hal ini karena untuk keterangan pers secara resmi disampaikan Kapendam III/Siliwangi dan Pomdam III/Siliwangi sebagai penyidik.

“Di sisi lain locus delicti TKP berada di wilayah hukum Pomdam III/Siliwangi Jawa Barat,” kata Anton saat mengirimkan pesan singkat kepada wartawan (25/12).

Dia menegaskan tidak memiliki wewenang untuk memberikan informasi maupun keterangan, karena tidak mengetahui fakta hasil penyidikan dan olah TKP-nya. Pihaknya juga meminta koordinasi pemberitaan langsung dengan Pendam III/Siliwangi.

“Mohon maaf kami tidak berkewangan memberikan informasi maupun keterangan, karena tidak mengetahui fakta maupun data hasil penyidikan dan Olah TKP-nya. Silakan koordinasi dengan Pendam III/Siliwangi, baik melalui wibsite maupun akun resmi Penerangan Kodam III/Siliwangi. Terima kasih,” ujarnya.

Baca juga:  Targetkan Seminggu untuk Seret Kolonel Inf Priyanto ke Pengadilan Militer

Seperti diketahui, tiga anggota TNI terlibat kecelakaan yakni Kol Inf P (Priyanto) berdinas di Korem Gorontalo, Kodam Merdeka; Kopral Dua (Kopda) DA (Andreas Dwi Atmoko) berdinas di Kodim Gunungkidul, Kodam IV/Diponegoro, dan Kopral Dua Ahmad berdinas di Kodim Demak, Kodam IV/Diponegoro. (gun/Paz/radarjogja/isk)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya