alexametrics

Migrasi TV Digital Persiapkan Datangnya Internet 5G

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Indonesia berpotensi jadi kekuatan baru dalam percaturan dunia Internasional. Adanya pembangunan infrastruktur dan akan datangnya bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia non produktif jadi pendongkrak utama daya saing global.

Salah satu infrastruktur penting di era transformasi digital adalah telekomunikasi. Menyelaraskan bonus demografi dan transformasi digital merupakan kunci utama menjadikan Indonesia kekuatan diperhitungkan.

Sementara itu, bonus demografi sudah pasti akan terjadi, tetapi tidak dengan infrastruktur. Terlebih untuk infrastruktur pendukung transformasi digital menuju industri 4.0. Infrastruktur itu perlu perencanaan dan pembangunan.

Presiden Joko Widodo memberikan arahan khusus tentang hal tersebut. Ada lima arahan demi mendukung percepatan bertransformasi ke digital. Satu dari kelima arahan tersebut menunjuk pada pentingnya menyiapkan infrastruktur layanan internet yang luas dan kuat menjangkau seluruh pelosok Indonesia.

Baca juga:  Pemerintah Terus Mendorong Percepatan Program Vaksinasi Nasional

Arahan tersebut, salah satunya melalui penataan frekuensi 700 Mhz. Frekuensi tersebut penting karena berfungsi menjadi jalur utama layanan internet pita lebar atau 5G. Hanya saja, frekuensi tersebut selama ini jadi tempat siaran TV Analog.

Teknologi siaran TV Analog kurang efisien dalam menggunakan frekuensi. Dengan beralih ke siaran TV Digital menjadikan penggunaan spektrum frekuensi 700 Mhz jauh lebih efisien. Dampak positifnya akan tersedia ruang sisa di frekuensi pita 700 Mhz yang disebut digital dividend. Demikian penjelasan Direktur Jenderal IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong dalam acara Talkshow bertema “Jawa Tengah Siap Analog Switch Off (ASO)” yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, (26/08/2021).

“Keuntungan migrasi ke TV Digital, pertama yaitu efisiensi penggunaan spektrum frekuensi. Kedua, efisiensi infrastruktur industri penyiaran, ketiga peningkatan kualitas penyiaran, keempat mempertahankan diversity of ownership, kelima menumbuhkan industri konten atau diversity content, keenam digital dividend untuk broadband, kebencanaan, public protection and disaster relief (PPDR), yang ketujuh yaitu persaingan dunia penyiaran secara global, baik regional ASEAN maupun Internasional, dapat ditingkatkan,” kata Usman.

Baca juga:  Ganjar Pranowo Unggul di Survei Capres 2024, Ini Kata Wakil Sekjen PDIP

Usman memaparkan migrasi ke siaran TV Digital tidak sebatas hadirkan tayangan yang bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya. Bagi Indonesia, peralihan ke sistem penyiaran TV Digital membuka peluang kiprah lebih besar di dunia.

“Saat pergerakan ekonomi di dunia masa depan bertumpu pada kualitas telekomunikasi dan informasi dalam beberapa tahun mendatang, Indonesia makin siap. Kualitas layanan internet telah mendukung era 4.0,” katanya.

Itulah mengapa negara-negara dunia sebagian besar sudah beralih ke siaran TV Digital. Semuanya sedang mempersiapkan diri menyambut era baru ekonomi digital. Indonesia tepat pada 2 November 2022 akan sepenuhnya beralih ke sistem siaran TV Digital.

Untuk menuju batas akhir tersebut, secara bertahap ada penghentian siaran TV Analog, yaitu tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga/terakhir, 2 November 2022. Pemerintah mengajak seluruh komponen masyarakat bersama-sama mempersiapkan diri dan berpartisipasi.

Baca juga:  Peluang Bisnis setelah Penataan Frekuensi

Masyarakat bisa berpartisipasi dengan cara melakukan pengecekan televisi di rumah masing-masing. Jika TV di rumah sudah ada tuner standar DVBT2 di dalamnya, berarti cukup melakukan scanning ulang saja. Bila pesawat televisi masih analog, perlu tambahan Set Top Box (STB).

Bermigrasi ke TV Digital sekarang banyak keuntungannya, salah satunya menikmati beragam manfaatnya lebih awal. Siaran TV Digital bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya. Gratis menontonnya, tidak perlu biaya langganan atau pulsa. (Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital, Kemenkominfo/web/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya