Program Pertanian Jateng Diunggulkan Mentan

109

RADARSEMARANG.ID, PEMALANG-Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman meminta program pertanian di Jateng menjadi rujukan seluruh kepala daerah di seluruh tanah air. Terutama dalam hal pendataan pertanian.

Mentan mengatakan data sangat penting karena menjadi dasar pengelolaan pertanian modern. Terlebih dalam menghadapi revolusi industri 4.0. “Soal kartu tani, seluruh daerah mesti belajar pada Pak Gubernur (Ganjar Pranowo, red). Ide-ide beliau harus ditularkan dari Sabang sampai Merauke,” kata Amran Sulaiman di peringatan Hari Tani Nasional di Pemalang, belum lama.

Ia menambahkan, jika ini dilakukan, dalam waktu maksimal 10 tahun sektor pertanian tanah air mampu menyaingi Jepang dan Amerika. Kartu Tani Jateng bahkan menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Kartu Tani Jateng dinilai berhasil untuk implementasi penyaluran, total transaksi hingga upload RDKK (e-RDKK) terbaik.

Saat ini dari 2,8 juta jumlah petani di Jawa Tengah, 2,5 jutanya telah memegang kartu dengan total dari Januari – Agustus 2019 ada sebanyak 119.329 transaksi. “Ini reformasi dunia pertanian kita agar lebih modern. Sekarang kita dorong kenceng untuk petani-petani milenial,” katanya.

Terkait modernisasi pertanian ini, ia katakan, Presiden Joko Widodo telah mendistribusikan 400 ribu alat mesin pertanian (Alsintan) dalam jangka empat tahun. Menaikkan tingkat modernisasi pertanian tanah air dari 0,04 persen menjadi 2,15 persen.

“Bahkan kini peminat kuliah jurusan pertanian kita naik 60 persen. Apa yang dikatakan pak Gubernur benar soal data itu. Saat ini Amerika tingkat modernisasi pertaniannya sebesar 16 persen Jepang 17 persen dan Thailand 2,5,” katanya.

Gubernur Ganjar mengatakan data pertanian penting untuk mengeluarkan kebijakan. Dengan adanya data ini, pemerintah dapat mengetahui siapa menanam apa, kapan, dan di mana.

“Dan ini petani muda harus kita libatkan. Di lahan yang makin kecil maka teknologi harus masuk. Ingat, kita harus membuat lompatan besar. Jangan begini-begini saja agar kita bisa juara di politik pangan dunia,” katanya. (sga/ida)