Hadapi Kebakaran, Warga Dilatih Padamkan Api

176
TINGKATKAN SKILL: Salah safu anggota Damkar saat latihan rapling di Rusunawa Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Selasa siang (26/11). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN SKILL: Salah safu anggota Damkar saat latihan rapling di Rusunawa Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Selasa siang (26/11). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Petugas Satpol PP Kota Pekalongan, memberi pelatihan warga terkait penanganan kebakaran. Termasuk mengambil tindakan sigap ketika terjadi bencana. Hal tersebut untuk meminimalisir risiko.

Pelatihan dipusatkan di Rusunawa Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan Selasa (26/11). Satpol PP juga menggandeng petugas pemadam kebakaran dari dua daerah lain.

“Kejadian darurat seperti kebakaran dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Baik di rumah, kantor, bangunan bertingkat dan sebagainya. Guna meningkatkan keterampilan dan kerja sama, kami melatihnya (warga),” ucap Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz.

Pemkot melalui Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Pekalongan melatih masyarakat dan petugas damkar dari tiga daerah yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang. Agar lebih sigap dan tanggap dalam mengantisipasi maupun menangani kejadian kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Kegiatan ini juga kami pandang sebagai silaturahmi antar masyarakat dan petugas damkar dari tiga daerah. Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang. Ketika mereka sudah dilatih ke depan harus bisa lebih sigap, tanggap, serta peka dalam menghadapi berbagai hal,” kata Saelany.

Saelany mengharapkan melalui kegiatan ini  segala risiko yang ditimbulkan oleh peristiwa kebakaran dan diminimalisir. Menurut Saelany, kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan dini terhadap bahaya kebakaran, masih sangat kurang. Sehingga, masih seringkali terjadi peristiwa kebakaran yang mengakibatkan banyak kerugian.

“Di Kota Pekalongan menurut catatan, tahun ini telah terjadi 32 kejadian kebakaran. Yang terpenting adalah memaksimalkan sosialisasi pencegahannya, dan kami berharap masyarakat serta petugas damkar mengantisipasi bahaya kebakaran dari hal terkecil apapun itu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Pekalongan Sri Budi Santoso menjelaskan, pelatihan gabungan ini merupakan tindaklanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Pekalongan dengan Pemkab Pekalongan dan Batang pada bulan Oktober lalu.

“Dengan latihan ini ada kolaborasi yang semakin bagus antar ketiga pemda tersebut. Sehingga kemampuan penanggulangan dapat lebih terkoordinir dan terlatih jika terjadi kejadian kebakaran,” jelasnya.

Selama ini petugas Damkar sudah saling membantu saat kejadian kebakaran. Pelatihan ini kami lebih fokuskan pada simulasi kebakaran di gedung bertingkat dan evakuasi penanganan korban ke tempat yang lebih aman saat terjadi kebakaran.

Saat ini Damkar Satpol PP Kota Pekalongan memiliki personel sebanyak 28 orang yang dibagi dalam 4 kelompok. Dengan shift rata-rata 8 jam. Sarana dan prasarana mobil pemadam kebakaran 3 unit, dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).  (han/zal)