Pegiat Agama Terima Uang Transport

77

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pegiat agama, mulai dari takmir masjid, pengurus musala, kepala urusan agama kelurahan (Lebe) non PNS, guru TPQ dan madin, mendapat angina segera dari Pemkot Pekalongan. Mereka akan dapat bantuan uang transport.

“Walaupun tidak seberapa, hal ini merupakan upaya Pemkot Pekalongan dalam menunjang kelancaran tugas dan memberikan penghargaan kepada mereka,” ujar

Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz di gedung Diklat Kota Pekalongan Selasa (26/11).

Penyaluran bantuan transport ini secara tidak langsung juga untuk mendorong mewujudkan masyarakat Kota Pekalongan yang berakhlakul karimah. “Pengabdian tersebut, mudah-mudahan nantinya dapat menjadi ladang ibadah dan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT,” doa Saelany.

Menurut Saelany, bantuan transport ini patut disyukuri. Karena pertama kalinya ada di Kota Pekalongan dibandingkan daerah-daerah lain. Wihaji juga tengah mengkaji peningkatan jumlah nominal bantuan transport tersebut bersama DPRD setempat untuk tahun mendatang.

“Yang diberikan kepada mereka ini belum seberapa. Semoga ada anggaran lebih untuk menambah. Hal ini masih kami kaji untuk ditingkatkan lagi nominalnya,” imbuh Saelany. Selain bantuan transport, penggiat agama tersebut juga mendapatkan pembinaan mulai tanggal 25 November 2019-7 Desember 2019.

Kabag Kesra Setda Kota Pekalongan Slamet Mulyo mengatakan, total bantuan transport yang dikeluarkan periode caturwulan III 2019 ini sebesar Rp 2.426.600.000. Anggaran tersebut untuk 142 orang takmir masjid, 690 takmir musala, 145 orang lebe Non PNS, guru TPQ sebanyak 1.866 orang dan 608 orang madin di Kota Pekalongan.

“Bantuan transport ini rutin kami berikan setahun tiga kali. Dengan besaran tiap bulan Rp 75 ribu. Sehingga dalam satu caturwulan atau empat bulan yang diterimakan sekitar Rp 300 ribu,” terangnya.

Penyaluran bantuan transport di Caturwulan III ini diberikan secara bertahap. Jadwal per kecamatan sudah dimulai dari Jumat 22-29 November 2019,” tutur Slamet.

Disampaikan Slamet, bantuan yang diterimakan untuk takmir masjid, takmir mushala dan lebe Non PNS diberikan secara tunai. Sementara untuk guru TPQ dan madin disalurkan melalui transfer bank ke rekening penerima.

Pemkot memandang, selama ini mereka bekerja keras dengan honor yang tidak seberapa. Dengan adanya bantuan ini, mereka bisa tambah semangat menjalankan tugasnya berkontribusi dalam bidang keagamaan.

“Melalui bantuan transport ini setidaknya bisa memberikan semangat mereka dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat luas. Bersama-sama membantu Pemkot Pekalongan dalam bidang keagamaan,” tandas Slamet. (han/zal)