Pemerintah dan Masyarakat Kompak Sambut HBN

92
PERCANTIK ESTETIKA: Masyarakat turut memeriahkan Hari Batik, dengan menghias mural motif batik di salah satu sudut Kampung Batik Pesindon.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PERCANTIK ESTETIKA: Masyarakat turut memeriahkan Hari Batik, dengan menghias mural motif batik di salah satu sudut Kampung Batik Pesindon.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Berbagai kegiatan digelar dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional (HBN) di Kota Pekalongan, yang dimulai sejak 30 September lalu. Hal ini dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan, agar perayaan HBN bisa dinikmati dan dirayakan tidak hanya pemerintah saja tetapi seluruh elemen masyarakat dan komunitas.

Dijelaskan Sekreatris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan sekaligus ketua panita HBN 2019, Hj Sri Rumingsih SE MSi bahwa HBN ini menjadi hari perayaan nasional untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan dan budaya lisan dan non bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh Unesco.

“Kami memang berharap beragam lapisan masyarakat ikut memerihakan HBN, terutam warga Pekalongan, baik masyarakat umum mapun komunitas,” tegas Rumingsih Kaais (3/10).

Untuk itu, Pemerintah Indonesia menyarankan masyarakat untuk mengenakan batik. Namun yang menarik, khusus untuk masyarakat Kota Pekalongan, harus mengenakan sarung batik, karena sarung batik adalah khas Kota Pekalongan yang sudah ditetapkan pemkot.

Dijelaskan, untuk memeriahkan HBN berbagi kegitana digelar, mulai dari Grumungan Bareng Wong mBatik dan 1 Oktober lalu digelar Bal-Balan Sarungan Batik (sepak bola dengan mengenakan sarung batik).

Berbagai rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HBN telah digelar oleh Pemkot Pekalongan mulai Rabu (2/10) lalu. Mulai seminar soal batik, workshop, pameran, hingga pagelaran musik sebagai pamungkas perayaan yang digelar pada Selasa (8/10) mendatang. Dalam kegiatan tersebut juga akan diumumkan pemenang lomba selama PBN. Dalam giat pamungkas juga mendatangkan band kenamaan, Zigaz. (han/zal)