Festival Bor Suro Bangkitkan Tradisi Lama

92
ANTUSIAS: Warga Kelurahan Krapyak menggelar Festival Bor Suryo.(ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)
ANTUSIAS: Warga Kelurahan Krapyak menggelar Festival Bor Suryo.(ALIEF MAULANA / RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Memperingati 10 Muharam 1441 H Festival Bor Suro digelar di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Senin malam (9/9) untuk pertama kalinya. Acara yang mengusung tema Bumbu-Bumbu Persatuan ini untuk memperkenalkan kuliner tradisional Krapyak melalui ajang festival sekaligus menjadi momen untuk membangun tali silaturahmi dan mengembangkan potensi, kreativitas, dan budaya di daerah Krapyak.

Acara yang dibuka dengan penampilan kesenian dan pentas budaya ini dibagikan 1.000 bor (bubur) suro secara gratis. Wakil Wali Kota Pekalongan turut hadir menyaksikan Festival Bor Suro, membagikan hadiah lomba menggambar, dan ikut serta dalam diskusi kuliner yang mengundang beberapa narasumber salah satunya Pakar Kuliner Chef Indonesia, Siska Soewitomo.

Wakil Wali Kota Afzan melihat bahwa festival ini menjadi suatu event kebangkitan. Pasalnya Festival Bor Suro ini jadi event pertama yang digagas oleh generasi muda untuk membangkitkan tradisi lama. “Ini menjadi aksi nyata untuk membangkitkan budaya dan tradisi terkait kuliner,” ungkap Afzan.

Menurut Afzan animo masyarakat untuk menyaksikan festival ini luar biasa, bahkan panitia sempat kewalahan. Afzan berpesan, melalui bubur suro ini generasi sekarang dapat mengenal kuliner lama agar tidak hilang ke depannya. “Festival Bor Suro yang jadi pergerakan pemuda ini harus orang tua dukung. Semoga ke depannya semakin sadar untuk menjaga tradisi dan budaya,” terang Afzan.

Pakar Kuliner Chef Indonesia, Siska Soewitomo mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan Festival Bor Suro di Kelurahan Krapyak ini. Sebuah daerah memperingati bulan Suro dengan menampilkan bubur yang kita kenal sejak dulu yang dibuat oleh nenek moyang kita. “Ini sangat istimewa. Saya tadi sempat berkunjung kerumah ibu-ibu yang membuat bubur suro, mereka dengan  senang hati membuatnya dengan perasaan happy dan gembira,” tandas Siska. (alf/zal)