Bendahara Askornas Diperiksa

470
DIPERIKSA : Direktur Utama CV Timbul Jaya, Joko Tri Asnanto, selaku pemenang lelang diperiksa Kejari Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Direktur Utama CV Timbul Jaya, Joko Tri Asnanto, selaku pemenang lelang diperiksa Kejari Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Direktur Utama CV Timbul Jaya, Joko Tri Asnanto, selaku pemenang lelang diperiksa Kejari Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Direktur Utama CV Timbul Jaya, Joko Tri Asnanto, selaku pemenang lelang diperiksa Kejari Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Setelah ditetapkan 10 tersangka, giliran Bendahara Asosiasi Konstruksi Nasional (Askornas) Kabupaten Pekalongan, Joko Tri Asnanto, diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/3) kemarin. Yakni, dalam dugaan kasus korupsi pembuatan jalan dan jembatan di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, senilai Rp 1,7 miliar yang dikerjakan pada tahun anggaran 2014.

Dalam kesempatan tersebut Joko Tri Asnanto selaku Direktur Utama CV Timbul Jaya mengakui bahwa pihaknya sebagai pemenang lelang. Namun diserahkan kepada CV Rejo Bumi Mandiri sebagai pemenang lelang nomor dua. “Saya dipanggil untuk diperiksa, karena saya salah telah ikut bekerja pada CV Rejo Bumi Mandiri,” ungkap Asnanto yang biasa dipanggil Anto.

Kini, pihaknya mengaku salah karena ikut bekerja pada CV Rejo Bumi Mandiri, serta ikut membantu memberikan modal dalam pengerjaan proyek tersebut. Padahal proyek tersebut, akhirnya bermasalah.