Mobil Rombongan asal Banten Masuk Jurang di Petungkriyono

130
EVAKUASI: Anggota PMI dan BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan evakuasi di jurang Desa Kayupuring Petungkriyono, kemarin. (ISTIMEWA)
EVAKUASI: Anggota PMI dan BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan evakuasi di jurang Desa Kayupuring Petungkriyono, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Sebuah mobil Toyota Hiace dengan nomor polisi A 7075 milik Pemprov Banten yang ditumpangi rombongan keluarga asal Serang Banten, Minggu (24/11) malam kemarin masuk jurang di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu namun dari 13 penumpang, lima di antaranya mengalami luka parah dengan patah tulang dan luka di kepala dan kaki hingga harus dilarikan ke RSUD Kajen yang berjarak 30 kilometer dari lokasi kejadian yakni Desa Kayupuring.

Mulyadi,43, supir mobil asal Serang ditemui di RSUD Kajen mengungkapkan bahwa rombongan berasal dari warga Dukuh Sempusaroja, Kelurahan Cipare, Kota Seranghendak silaturahmi ke wilayah Ratan Purwokerto.

Menurutnya rombongan berangkat dari Kota Serang pada hari Jumat (22/11) kemarin, pada pukul 20.30 dan langsung menuju ke Purwokerto. Kemudian pada hari Sabtu (23/11) berlibur ke objek wisata Dieng dan sempat menginap satu hari.“Untuk mempersingkat waktu, maka hari Minggu (24/11) pulangnya melalui Petungkriyono, karena Senin (25/11) mobil milik Pemda mau dipakai buat jemput pegawai,” ungkap Mulyadi.

Mulyadi juga mengatakan bahwa mobilnya mulai bermasalah ketika pulang dari objek wisata Dieng. Mobil keluaran 2015 tersebut sulit direm ketika turunan namun demikian masih bisa dikendalikan hingga masuk ke Petungkriyono.

Ketika masuk ke Desa Kayupuring Petungkriyono dengan turunan tajam dan menikung, disertai hujan lebat yang turun, bukan hanya membuat jalan turunan semakin licin, namun juga membuat rem mobil blong dan setir sulit dikendalikan.

“Pas ditikungan jalan raya Desa Kayupuring mobil sulit dikendalikan, hingga akhirnya masuk jurang, beruntung jurangnya tidak terlalu dalam, semua penumpang tidur, hanya penumpang bagian depan kiri yang mengalami luka serius,” kata Mulyadi.

Anggota PMI Kabupaten Pekalongan,Rofik Mulyana, menjelaskan bahwa Kantor PMI Kabupaten Pekalongan, baru menerima telpon dari warga Desa Kayuprung Petungkriyono, pada hari Minggu (24/11) kemarin, pukul 15.30 WIB , bahwa ada mobil masuk jurang.

Menurutnya bersama PMI dengan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan dua unit mobil ambulance milik RSUD Kajen dan Puskesmas Doro, langsung mendatangi lokasi kejadian.“ Ada lima orang yang mengalami luka ringan, langsung dibawa ke Puskesmas Doro, dan empat orang luka para dirawat di RSUD Kajen, sedangkan lainnya selamat,” jelas Rofik.

Sementara itu Humas RSUD Kajen, Septiana, menyampaikan bahwa hingga Senin (25/11) ada enam orang yang masih dirawat di RSUD Kajen, dua orang diantaranya rujukan dari Puskesmas Doro, empat diantaranya mengalami luka yang cukup serius.“Kami sudah koordinasi dengan pihak keluarga korban, rencana yang luka cukup serius untuk dirawat bebeapa hari dahulu, kemudian baru dibawa ke Kota Serang Banten,” ucap Septi.

Hingga Senin (25/11) kemarin, mobil Hiace warna silver dengan nomor polisi A 7975 milik Pemda Banten masih teronggok di jurang Desa Kayupuring menunggu mbil derek untuk ditarik, dan masih menjadi perhatian warga yang melintas. (thd/bas)