Terkuak, Puluhan Toko Modern di Kabupaten Pekalongan Melanggar Perda

191

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Sebanyak 34 toko modern waralaba yang ada di Kabupaten Pekalongan, tidak mempunyai Izin Usaha Toko Modern (IUTM) namun tetap beroperasi. Seperti yang ada di Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul Minggu (24/11). Menurutnya, keberadaan toko modern waralaba yang ada hampir di setiap Kecamatan Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar belum memiliki IUTM operasional lengkap, namun sudah beroperasional lebih dari lima bulan.

“Ini sungguh aneh tapi nyata,tiga puluh empat toko medern berjejaring tidak mempunyai IUTM operasional lengkap. Tetap buka dan tidak ada yang menegur,” ungkap Sumar Rosul.

Sumar  Rosul meminta kepada Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, untuk menindak tegas toko modern jejaring yang belum memliki izin. Sesuai dengan Perda Nomo 10 Tahun 2015 dan peraturan Bupati Nomor 23 tahun 2016.

Menurutnya, dengan adanya banyak toko modern yang tidak berizin, maka merugikan para UMKM. Terlebih tidak sedikit toko modern yang buka berdekatan dengan toko milik masyarakat seperti yang ada di Desa Nyamok.

“Kalau Pemda melakukan pembiaran terhadap toko modern jejaring yang tidak berizin, maka sama saja dengan melanggar Perda dan Peraturan Bupati,” kata Sumar.

Sementara itu, Kepala Satuan Poliis Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan, Risnoto menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima surat dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, terkait adanya permintaan penutupan terhadap toko modern jejaring yang belum berizin.

“Biasanya kita rapat koordinasi dulu dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM dan pihak pengelola toko modernya. Mulai dari mediasi dan seterusnya,” jelas Risnoto. (thd/zal)