Soal Sertifikat Tanah, Bupati Akui Program PTSL Berjalan Lamban

111
SERTIFIKAT: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membagikan sertifikat tanah PTSL kepada warga Desa Tangkil Kulon, Kedungwuni. (IST)
SERTIFIKAT: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membagikan sertifikat tanah PTSL kepada warga Desa Tangkil Kulon, Kedungwuni. (IST)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Sebanyak 32.000 sertifikat tanah dibagikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dalam program PTSL atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap kepada warga Kabupaten Pekalongan selama tahun 2019.

Meski begitu bupati Asip mengakui program PTSL berjalan lamban, karena baru 70 persen dari target yang ditentukan sebesar 55 ribu sertifikat. Hal itu disampaikan Bupati Asip usai menyerahkan sertifikat tanah program PTSL kepada warga di Desa Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni, sebanyak 631 program PTSL dari 996 sertifikat.

Menurut Bupati Asip, untuk di Desa Tangkil Kulon, pada tahun 2019 mengajukan sertifikat PTSL sebanyak 1.000 bidang, namun hanya 996 saja yang disetujui, itu pun baru selesai hanya 631 sertifikat PTSL, sisanya masih dalam proses pembuatan, dan baru akan selesai pada tahun depan.“Ini kita berikan secara simbolis kepada warga penerima sertifikat, sebelumnya Desa Tangkil Kulon pada tahun 2018 mengajukan 1.000 bidang dan terealisasi 996 bidang ,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan dengan tersertifikatnya tanah warga, maka akan membawa dua keuntungan sekaligus, yakni tanahnya dapat produktif, dan sertipikatnya bisa dijadikan sarana untuk mendapatkan modal, dengan dijaminkan ke bank.

“Program sertifikasi ini mempunyai nilai ekonomi karena bisa menjadi agunan, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan, Maka Sertifikat harus dimiliki oleh semua warga, maksimal tahun 2023 semua bidang tanah di Kabupaten Pekalongan sudah tersertipikat semua, sehingga kita menjadi purna dalam penyelenggaraan PTSL. Untuk itu butuh kerjasama yang baik antara BPN dengan Pemkab,” kata Bupati Asip.

Sementara itu, Kepala BPN Pekalongan Sujarno, menjelaskan sebanyak 32 ribu sertifikat PTSL tahun 2019 sudah selesai, dari target 55 ribu sertifikat PTSL, sisanya baru akan diserahkan dan yang lainnya masih menunggu pada tahun depan.
Menurutnya pada tahun 2020 akan ditargetkan 44 ribu sertifikat lagi. Untuk itu pihaknya minta dukungan dari Pemkab, camat, pihak desa dan masyarakat untuk bekerjasama mempercepat program PTSL ini.

“Di Kecamatan Kedungwuni sendiri ada 8 desa yang menerima program PTSL, salah satunya Desa Tangkil Kulon yang sudah diserahkan kepada warga. Selain itu 200 bidang di Kedungwuni Timur dan 100 bidang di Pakis Putih. Sedang yang lima desa lainnya menunggu diagendakan lagi,” jelas Sujarno. (thd/bas)