Dicerai Suami, Jadi Penjual Sabu-Sabu

687
JUAL SABU--Siti Sachuriyah Souliena saat diperiksa Sat Narkoba Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JUAL SABU--Siti Sachuriyah Souliena saat diperiksa Sat Narkoba Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Lantaran dicerai oleh suami dan tidak lagi punya penghasilan, Siti Sachuriyah Souliena, 42, warga Kelurahan Pasir Sari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan harus berurusan dengan hukum. Perempuan yang akrab disapa Rosa itu ditangkap Sat Narkoba Polres Pekalongan di Cafe Sate Biawak Desa Bukur, Kecamatan Bojong karena kedapatan membawa sabu di saku celananya, Rabu (24/1).

Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada seorang perempuan berkaos merah dan akan menjual sabu di Cafe Sate Biawak. Berdasarkan informasi tersebut, Sat Narkoba Polres Pekalongan langsung menyelidiki dan ternyata benar.

Setelah ditunggu cukup lama dan tak ada orang yang menghampirinya, akhirnya petugas menggeledah Rosa. Akhirnya ditemukan barang bukti satu paket sabu siap jual di saku depannya. Sabu tersebut dibungkus tempat lipstik dan dimasukkan bungkus rokok.

Ketika dimintai keterangan, Rosa mengakui bahwa sabu tersebut miliknya. Ia biasa menjual sabu seharga Rp 200 ribu per paket.

Menurutnya barang tersebut merupakan titipan dari seseorang yang baru dikenal. Rosa akan dihubungi ketika ada calon pembeli. Rosa akan mendapatkan keuntingan dari penjualan sabu tersebut. “Saya janda cerai anak dua, melakukan seperti ini baru tiga bulan karena tidak ada penghasilan,” ungkap Rosa.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar menjelaskan, Rosa akan dijerat dengan UU Narkotika. Ia terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Selain itu juga ada denda maksimal Rp 10 miliar.

“Tersangka sekarang masih kita periksa, tidak tertutup kemungkinan ada jaringan lain,” kata Dahyar. (thd/ton)