Ikuti Posyandu, 21 Orang Diduga Keracunan Bubur

322
MENJENGUK – Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menjenguk salah satu pasien korban keracunan masal usai mengkonsumsi bubur pemberian Posyandu. (TEGUH SUPRIYANTO/RADAR BREBES)

RADARSEMARANG.ID – Sebanyak 21 orang yang terdiri dari 16 balita dan 5 orang dewasa mengalami keracunan makanan. Keracuanan tersebut diduga karena Pemberian Makanan Tambahan (PMT), saat mengikuti kegiatan Posyandu di Kantor Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Sabtu (23/11).

Dilansir dari Radar Tegal, Yati, 33, salah satu orang tua balita menceritakan, sebelumnya dia mengikuti kegiatan Posyandu yang secara rutin dilaksanakan di Kantor Desa Bangbayang untuk memberi pelayanan kesehatan kepada warga. ”Seperti biasanya sepulang dari Posyandu, kami mendapat Pemberian Makanan Tambahan (PMT), kemarin mendapat bubur ayam dari Kades Posyandu,” terangnya.

PMT berupa bubur ayam yang dikemas dalam wadah (cup), dibawa pulang oleh para orang tua balita untuk kemudian diberikan ke anak-anaknya. Hanya saja menurut Yati, sekitar pukul 15.00 WIB, anak- anaknya mengalami muntah-muntah. ”Muntah-muntah dan juga rewel, karena badanya seperti demam, maka saya bawa ke bidan desa. Ternyata di sana juga banyak yang mengalami hal serupa,” kata Yati.

Karena kondisinya tidak kunjung membaik, selanjutnya mereka memeriksanakan kesehatan ke Puskesmas Bantarakawung. Hingga malam hari, jumlah pasien yang berdatangan terus bertambah. Tidak hanya balita, beberapa di antaranya juga orang dewasa. Banyaknya jumlah pasien yang mengeluh mual dan muntah-muntah, membuat penanganan medis tidak hanya dilakukan di dalam ruang perawatan puskesmas. Keterbatasan ruang menyebabkan ada juga korban yang dirawat di selasar puskesmas.

Keesokan harinya, Minggu (24/11), Bupati Brebes Hj Idza Priyanti pun menjenguk kondisi pasien yang masih dirawat di Puskesmas Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Dalam kesempatan itu, dia mengegaskan, agar seluruh pasien korban keracunan masal mendapatkan perawatan maksimal. ”Termasuk juga pembebasan biaya pengobatannya kita bebaskan. Ini sebagai upaya penyampaian bahwa pemerintah hadir saat warga terkena musibah,” ungkapnya.

Pihaknya juga menekankan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar kondisi serupa tidak terulang. Karena itu, jajaran dinas kesehatan diminta ke depannya lebih maksimal dalam mengawasi kegiatan serupa. ”Seluruh jajaran, baik di Puskesmas maupun para kader Posyandu, agar memastikan seluruh makanan yang akan diberikan kepada warga dalam kondisi aman,” kata Idza.

Kepada para pasien, dia juga menyampaikan agar tidak takut untuk kembali memeriksa kesehatan di Posyandu ke depannya. ”Jangan takut untuk kembali berangkat ke Posyandu. Pemerintah memastikan hal tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Kepala BLUD Puskesmas Bumiayu dr Ali Budiarto memastikan, ketersediaan logistik cairan infuse, obat-obatan, dan tenaga medis cukup dan tidak ada kendala teknis di lapangan. ”Semua mendapat penanganan yang baik, termasuk juga ketersediaan obat-obatan dan cairan infus. Sebagian pasien telah pulih dan berkenan pulang ke rumah,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes dr H Sartono menyampaikan, untuk memastikan penyebab keracunan, pihaknya telah membawa sample bubur yang dibagikan saat pelaksanaan kegiatan Posyandu kemarin. Menurut dia, berbagai kemungkinan bisa menjadi pemicu terjadinya keracunan makanan ini. ”Untuk sementara ini kita fokus pada kedaruratannya dengan menangani pasien. Sementara mengenai penyebab kita serahkan kepada laboratorium,” kata Sartono.

Sementara hingga sore hari kemarin, masih terdapat 8 orang pasien yang masih mendapat perawatan di Puskesmas Bantarakwung. Sedangkan 1 orang pasien lain dirujuk RSUD Bumiayu. (pri/fat/ap)