Baru Sehari Kerja di Malaysia, Ribut Meninggal

394

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Berita duka kembali menyelimuti pahlawan devisa yang mengadu nasib di luar negeri. Kali ini menimpa seorang buruh migran Ribut Susanto yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas di Malaysia. Padahal pria 36 tahun tersebut baru sehari kerja, kini keluarganya menunggu cengan cemas kedatangan jenazahnya.

Pria dengan dua anak ini, berangkat melalui jalur resmi lewat PJTKI Andromeda Graha Semarang. Warga RT.01/RW.01 dukuh Rejosari desa Lebo Kecamatan Gringsing ini mengadu nasib ke negeri Jiran setelah sebelumnya bekerja sebagai tenaga keamanan di sebuah pabrik di desanya. Atas kejadian tersebut, Ribut Susanto meninggalkan seorang istri Mutimatul Islamiyah dan dua orang anak.

“Dari informasi yang kami dapatkan, korban meninggal setelah sepeda motor yang dikendarai ditabrak dari belakang, pada hari Kamis (18/7/2019). Tapi kronologi lengkap belum kami ketahui. Kami sudah meminta pihak PJTI untuk mengurus hak-hak korban meskipun baru satu hari bekerja,” jelas Kades Lebo Sunardi, pada Senin (22/7/2019).

Kepulangan jenazah korban semuanya ditanggung PJTI tanpa berbelit-belit dan cepat. Sehingga dalam waktu empat hari setelah kejadian, jenazah korban sudah sampai di rumah duka. Dari Jamsostek, juga sudah menjanjikan santunan Rp85 juta dan BP3TKI akan menjamin biaya pendidikan dua anak korban Najwa (10 tahun) dan Hasbi (4 tahun).sampai selesai.

“Kami berharap hak-hak korban yang lain seperti asuransi segera diselesaikan,” kata Sunardi saat berada dirumah duka.

Jenazah Ribut Susanto tiba di rumah duka hari Minggu malam Minggu (21/7/2019), diantar oleh perwakilan dari PJTKI dan perwakilan dari BP3TKI Jawa Tengah. Setelah diserahkan kepada keluarga yang diwakili oleh Muspika Kecamatan Gringsing keesokan harinya, Senin (22/7/2019) jenazah Ribut Susanto dimakamkan di pemakaman desa Lebo diantar ratusan pelayat.