Suhu di Tanah Haram 50° C, Jamaah Diminta Jaga Kesehatan

435

RADARSEMARANG.ID, Batang – Pemerintah Kabupaten Batang, memberangkatkan sebanyak 989 calon jamaah haji, yang dibagi 3 kloter, 41, 42, 43 dan 44. Dengan cuaca di tanah Masjidil Haram yang cukup ekstrem, saat ini rata-rata 50° celcius, pemerintah meminta para calhaj jaga kesehatan dan mematuhi aturan dari petugas haji.
Kloter 41 diberangkatkan oleh Bupati Batang Wihaji dari Pendopo Kabupaten Batang pada Kamis (18/7/2019) pada pukul 10.00 WIB. Sedangkan kloter 42, 43 dan 44 pada Jum’at dini hari pukul 01.00 WIB.
“Tahun ini, kami memberangkatkan sembilan petugas haji, untuk membantu jamaah haji Batang. Saya juga mengimbau agar selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, jamaah haji dari Kabupaten Batang hendaknya mengikuti arahan dan bimbingan dari Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD),” terangnya di halaman pendopo Batang, Jumat dini hari (19/7/2019).
Para petugas tersebut akan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan memantau kondisi jamaah selama ibadah haji. Untuk itu, bagi semua jamaah diwajibkan mengikuti saran dari para dokter, dengan selalu menjaga kondisi fisik.
“Karena ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi tubuh yang prima,” tuturnya.
Terkait kesehatan jamaah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Hidayah Basbeth menyarankan, agar jamaah haji ketika sudah berada di tanah suci, jika tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak, sebaiknya tetap berada di pemondokan atau hotel.
“Suhu cuaca di tanah suci saat ini mencapai 50°Celsius. Kalau pun harus keluar, pakailah masker dan menyemprotkan cairan menggunakan semprotan yang selalu dibawa, agar kondisi tubuh kita tetap basah, jangan sampai kering,” terangnya.
Lebih lanjut dr. Basbeth menerangkan, akibat dari sengatan panas yang luar biasa, dapat menyebabkan “heat stroke” (kondisi tubuh yang meningkat tajam secara tiba-tiba). Untuk mengantisipasinya, jamaah haji harus sesering mungkin mengonsumsi buah dan sayuran
Disarankan pula, agar jamaah haji yang mengalami sakit, tidak lupa untuk membawa obat atau vitamin yang disarankan oleh dokter.
“Jamaah haji yang sakit wajib membawa obat-obatan dari Tanah Air, untuk selama 40 hari di Tanah Suci. Misalnya bagi penderita diabetes melitus, stroke, darah tinggi, asma atau obat pusing dan diare yang diharuskan selalu dibawa, sebaiknya didaftarkan kepada petugas terlebih dahulu,” paparnya.
Dari pantuan di Embarkasi Donohudan Solo, rombongan 42,43 dan 44 terpantau lancar dan lolos pemeriksaan kesehatan. Dan di dipastikan bisa terbang besok pagi.
“Alhamdulillah semua lancar, baik data maupun kesehatan jamaah haji, semua lolos, besok siap berangkat,” terang H Muhyidin Ketua Rombongan dari KBIH Ash Shofa saat dihubungi via telepon. (han/sas)