Kecamatan Bawang Jadi Sentra Bawang Putih Nasional

279

RADAREMARANG.ID, BATANG – Sesuai namanya Kecamatan Bawang, smepat menjadi daerah yang terkenal dengan hasil pertanian terutama bawang putih di Indonesia. Hal ini yang mendasari, Pemerintah setempat untuk memngulang kesuksesan tersebut. Dan kini siap menjadi, sentra bawang nasional.
“Memang ada sejarah sukses tentang bawang putih di Bawang, untuk mengulang sukses tersebut, kini diproyeksikan Kementerian Pertanian daerah sini menjadi sentra bawang putih,” kata Wihaji didampingin Dandim O736 Batang Letkol Kav. Henry Napitupulu, saat panen perdana bibit bawang putih di Desa Gunungsari Kecamatan Bawang Rabu (17/7/2019).
Dengan keberhasilan masyarakat tanam bawang, maka dipastikan kedepan bisa andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang, apalagi selama ini kebutuhannya selalu mengimpor. Selain itu, bawang putih juga sebagai alternatif petani selain menanam padi dengan hasil yang lebih khususnya di dataran tinggi.
“Kedepan dengan banyak petani yang menanam otomatis dapat mengurangi impor bawang,” kata Wihaji.
Dijelaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batang Megayani Tamrin, Pemkab Batang memulai program, menanam bawang putih, sejak tahun 2018 dengan luasan 94 hektar. Dilanjutkan tahun 2019 sudah sekitar 300 hektar.
“Batang ditunjuk menjadi pusat penyedia benih, yang manan nanti di 2019 ditargetkan oleh Kementraian melalaui pendanaan APBN ada sekitar 275 hektar dan yang dari kemitraan seluas 84 hektar dengan varietas lumbu ijo dan lumbu kuning,” jelasnya
Lanjut dia, khusus Kabupaten Batang memang untuk pembibitan bukan untuk konsumsi. Dengan harga jual bawang basah untuk bibit 1 kg Rp 10. 000, kalau bawang putih kering satu bulan dihargai Rp 35 ribu adapun yang siap tanam bisa Rp 50 ribu per kilo.
Ditijen holtikultura melalui Kasubit tanaman Obat Wiwi Sutiwi pun mengapresiai Pemkab Batang yang serius dalam budidaya melalui program pengembangan bawang putih. Karena dari data mereka memang di Tahun 1990 bawang putih di Indonesia berjaya dengan 20.000 hektar, termasuk di Batang.
“Namun dengan berjalanya waktu menurun hanya 2.000 ha, dan kita impor hampir 600 ton pertahun,” sesal Wiwit Sutiwi.
Oleh karena itu, di harapkan di tahun 2021 Indonesia bisa swasembada pangan bawang putih. Karena itu sejak tahun 2017 dari Kementrian Pertanian terus mengembangkan kawasan dengan pemberian bibit secara gratis.
“Kita mulai benahi benihnya dan kita sebarkan ke patani dan Batang kita fokuskan untuk pengembangan benihnya dulu, dengan harapan tahun 2021 sudah swasembada pangan, karena sejak 2017 sudah kita kembangkan 1500 ha, 2018 sebanyak 5500 ha dan 2019 ada 10.000 ha,” jelasnya
Sementara Petani bawang putih Desa Gunungsari Kecamatan Bawang, mengaku lebih untung dan menjanjikan menanam bawang putih dari pada menanam padi.
“Saya memiliki luasan 2000 meter persegi yang ditanamai bawang putih, dalam satu kali panen bisa untung bersih Rp 2 juta yang satu tahun dua kali tanam. Dibanding menamam padi, untungnya Cuma Rp600 ribu saja,” jelasnya.(han/sas)