Ternyata, Dua Warga Batang Supect Difteri

763
RUANG ISOLASI : Kasi Pelayanan Medis RSUD Batang, dr Nurul Hidayati menunjukkan ruang isolasi khusus di RSUD Batang yang diperuntukkan pasien difteri, Selasa (12/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUANG ISOLASI : Kasi Pelayanan Medis RSUD Batang, dr Nurul Hidayati menunjukkan ruang isolasi khusus di RSUD Batang yang diperuntukkan pasien difteri, Selasa (12/12) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Ternyata, warga Batang yang dinyatakan suspect difteri ada dua orang. Keduanya merupakan warga Kecamatan Gringsing dan Banyuputih, satunya ABG laki-laki berumur 15 tahun dan anak laki-laki berumur 6 tahun. Namun kedua warga Batang tersebut memang tidak memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang. Namun pihak RSUD Batang turut melakukan pemantuan terhadap kedua warga tersebut.

“Kami mendapat laporan, ada warga kami yang didiagnosa suspect difteri. Namun karena perhitungan jarak kedua pasien dari Batang Timur, akhirnya langsung direkomendasikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang dan RS di wilayah Kendal yang jaraknya lebih dekat,” kata Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang, dr Junaidi melalui Kasi Pelayanan Medis dr Nurul Hidayati, Selasa (12/12) kemarin.

Perlu diketahui, pasien yang berobat ke RSUD Kendal akhirnya dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang, sebagaimana diberitakan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/12) kemarin. Kendati begitu, atas kasus tersebut, kata dr Yati panggilan akrab dr Nurul Hidayati, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan antisipasi. Selain langsung menggelar pelatihan khusus kepada perawat dan dokter setempat dalam penanganan penyakit difteri, juga menyediakan ruang isolasi khusus, jika nantinya ada pasein difteri.

“Kami sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas, walaupun saat ini baru ada satu ruang isolasi. Penyakit ini, penanganannya beda, harus diisolasi. Karena penyebarannya lewat udara,” jelasnya.

Ruang isolasi yang dimaksud berada di lantai 2 di Ruang Kenanga. Ruangan tersebut dilengkapi dengan penyaring udara khusus. Lokasinya juga jauh dan terbatas dari jangkauan pengunjung, sehingga aman dari hiruk pikuk orang.