Puskesmas Subah Disoal

351

BATANG–Keberadaan Puskesmas Subah yang berdiri sejak tahun 1970, kembali dipersoalkan pihak desa setempat. Bangunan di pinggir jalur pantura Batang tersebut, dianggap berdiri di atas tanah bengkok desa dan belum adanya penyelesaian alih fungsi tanah tersebut.

Ketua Badan Permusyawaratam Desa (BPD) Subah, Tri Waluyo Jati menilai bahwa Puskesmas tersebut berdiri di atas tanah bengkok Kepala Desa (Kades) Subah seluas 3.335 meter persegi. Dasarnya, sesuai dokumen Nomor 2 Buku C Desa 1, Persil 29 Kelas Desa S 1. “Kami memohon penyelesaian penggantian atas penggunaan tanah kas desa tersebut. Sebab tanah tersebut merupakan aset desa,” katanya.

Tri Waluyo berharap semua unsur yang ada di desa dilibatkan dalam pembahasan terkait keberadaan tanah tersebut. Pasalnya, mengacu pada pembahasan yang digelar di Ruang Dahlia pada 7 November 2014 lalu, namun hasil kajian hukumnya tidak pernah disiarkan. “Kajian hukum yang digelar pada saat itu, hingga kini belum pernah kami terima,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan tanah bengkok yang dijadikan bangunan milik Pemkab Batang, seharusnya ada penyelasaian ganti rugi. Meski pihak Pemkab Batang menginginkan adanya proses status tanahnya dari milik desa menjadi milik daerah.

“Jika memang ada proses perubahan status tanah ke daerah, seharusnya ada kejelasan dari pihak Pemkab Batang kepada Desa Subah. Kami sebagai warga desa tidak ingin dibodohi. Karena itu, hak atas desa harus jelas,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Nasihin mengatakan bahwa status perubahan atas sebidang tanah bengkok yang dijadikan sebagai Puskesmas sudah sangat jelas merupakan tanah milik daerah. Hal tersebut sesuai dengan amanat pasal 76 ayat 1 Undang-undang nomor 6 tahun 2014 jo Pasal 112 Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2014.

“Dari sekian aset di Desa Subah memang milik desa. Terkecuali tanah yang dijadikan Puskesmas. Sebab melihat peralihan fungsi yang dimanfaatkan demi kepentingan umum masyarakat luas, bukan hanya desa setempat saja,” jelas Sekda. (mg12/ida)