Penanggulangan Narkoba Kewajiban Bersama

241

BATANG—Penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran narkoba menjadi tanggungjawab atau kewajiban semua pihak. Sebab, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang, mempunyai keterbatasan dalam hal SDM dan anggaran.
Satu sisi, penyelamatan masyarakat menjadi kepentingan bersama, demi membangun Indonesia bebas dari narkoba.
Kesimpulan tersebut kemarin mengemuka dalam sesi diskusi bermodel focus group discussaion (FGD). Diskusi dipandu oleh Kasie Pencegahan BNN Batang, Zaenal Arifin, di SMK Ma’arif Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Diskusi kali ini merupakan putaran ke-10 atau putaran terakhir, dari instansi sekolah yang menjadi sasaran sosialisasi Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Peserta sosialisasi dan advokasi P4GN yang terdiri atas 38 siswa dan guru, tampak antusias mengikuti acara hingga akhir. Peserta juga mendiskusikan pesan moral dalam film pendek bertema Bahaya Narkoba bagi Pelajar yang diputar BNN.
Florentina, narasumber non-PNS BNN Batang menyampaikan materi sosialisasi dan advokasi P4GN. Narasumber kedua, Arwin Shinta menjelaskan materi ketentuan rehabilitasi dan IPWL.
Malfin Maulana, peserta siswa SMK Ma’arif Bawang, mengaku prihatin melihat banyaknya kasus narkoba yang menjerat para seleberitis tanah air. Menurut Malfin, para artis tersebut, seharusnya memberikan peran yang cukup besar dalam pencegahan narkoba. Bukan malah sebaliknya.
”Kami sebagai siswa, apa yang harus kami lakukan untuk ikut berperan aktif dalam penanggulangan bahaya narkoba di masyarakat,” ungkap Maulana, usai mendengarkan sosiliasasi.
Florentina menyampaikan, BNN tidak mungkin berhasil dalam menanggulangi bahaya narkoba, jika hanya bekerja sendiri, tanpa dukungan semua elemen masyarakat.
Menurut Folrentina, peran serta semua masyarakat sangat dibutuhkan untuk memujudkan Indonesia bebas dari bahaya narkoba pada 2015 mendatang. (thd/adv/isk)