alexametrics

Stok Plasma Konvalesen di PMI Kota Semarang Lebih dari 500 Kantong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi Covid-19 yang memasuki gelombang ketiga, PMI Kota Semarang masih gencar melakukan kegiatan donor darah baik donor darah reguuler maupun donor darah Plasma Konvalesen.

Kepala Unit Donor Darah, dr. Anna Kartika Y.A., M. Biomed mengatakan, untuk donor darah regular masih berjalan. Namun sehubungan dengan peningkatan kasus Covid-19 Omicron, banyak masyarakat yang melakukan WFH (Work From Home). “Jadi ada beberapa agenda donor darah yang dibatalkan,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang (17/2).

Ia mengungkapkan walaupun banyak agenda donor darah yang dibatalkan, pihaknya akan tetap menjalankan kegiatan donor darah dengan memaksimalkan apa yang ada, dalah satunya dengan bus donor darah keliling. Namun disamping itu stok darah yang ada di PMI Kota Semarang masih aman.

Baca juga:  Siapkan Padat Karya Tunai Destinasi Tempat Wisata

“Apalagi untuk stok darah Plasma Konvalesen sendiri masih terdapat stok kurang lebih 500 kantong,” ungkapnya.

Stok darah Plasma Konvalesen ini berasal dari tahun kemarin yang masih tersisa. Dan tahun ini baru terdapat 10 orang yang mendonorkan, Anna mengatkan bahwa permintaan darah plasma mulai menurun dari bulan November tahun lalu. Permintaan yang paling tinggi ada di bulan juni dan juli pada saat kasus Covid-19 melambung tinggi.

Plasma Konvalesen sendiri dapat disimpan dan bertahan hingga satu tahun jika disimpan di suhu -30o celcius dan dalam keadaann beku. Hal tersebut berbeda dengan masa expired trombosit yang hanya bisa bertahan 3-5 hari saja.

“Ya, kalau misal kita dapet darah plasma nya di bulan agustus tahun lalu, expired agustus tahun ini,” tambahnya.

Baca juga:  Suspect Omicron Dievakuasi ke RSPI Sulianto Saroso

Tidak semua penyintas Covid-19 bisa mendonorkan darahnya. Terdapat beberapa syarat untuk menjadi pendonor darah plasma, salah satunya yaitu memiliki titer antibody yang cukup.

Namun, untuk saat ini terapi plasma sudah tidak disarankan untuk penderita Covid-19 oleh WHO. Sebelumnya terapi plasma ini digunakan untuk terapi tambahan untuk para penderita.

Anna berharap masyarakat masih mau untuk melakukan donor darah walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19. Terlebih lagi Kota Semarang sekarang menerapkan PKKM Level 2.

“Kebutuhan darah akan selalu ada. Terlebih lagi demam darah saat ini meningkat dan itu membutuhkan stok trombosit yang banyak,” tuturnya. (cr5/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya