alexametrics

Buat Spot Foto, Menarik Siswa Mau Divaksin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang SD Negeri Peleburan 3 Semarang menggelar vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun. Bahkan, dibuatkan spot foto untuk menarik minat anak melakukan vaksinasi.

Kepala SD Negeri 3 Peleburan Siti Muhayaroh menjelaskan, vaksin pertama diberikan 342 siswa dari 366 jumlah siswa. “Karena ada yang sudah vaksin dan ada yang panas, batuk seperti itu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (30/12).

Pendaftaran dimulai dengan cek suhu, pengumpulan data berupa fotokopi KK, persetujuan orang tua, dan kartu kendali. Kemudian menuju ke ruang tunggu, tensi sesuai urutan dan pengumpulan data. “Jadi dataya dibawa untuk dikumpulkan,” tuturnya.

Setelah didata dilakukan screening dilakukan oleh dokter puskesmas dan dari RSUP dr Kariadi. Setelah itu divaksin dan input data, serta diobservasi. Spot foto sangat memotivasi anak-anak untuk ikut vaksin. “Setelah semuanya selesai boleh foto di spot foto yang telah disediakan,” jelasnya.

Baca juga:  Enam Kecamatan Zero Kasus Covid-19, Kota Semarang Kembali Level 1

Pembuat spot foto, Didik Budi Kuncoro menjelaskan, dirinya merupakan guru kelas lima SD Peleburan 3. Dirinya membuat spot foto karena melihat sekolah lainnya membuat MMT sehingga siswa kurang tertarik untuk vaksinasi. “Biar foto setelah vaksin, temanya juga anak-anak,” tandasnya.

Diceritakan, spot foto berupa gambar garuda adalah lambang negara yang memiliki arti keberanian. Selain itu, terdapat perisai dan pedang untuk mengalahkan Covid-19.

Spot foto terbuat dari styrofoam, cat minyak, dan kertas. Selain itu, terdapat tampah yang tidak dipergunakan. Dibuat hanya dengan waktu sehari. “Saya bersyukur pihak sekolah sangat mendukung,” jelasnya.

Salah satu siswa bernama Shalometa Agata Krista, 11, menjelaskan dirinya merupakan anak kelas 6A. Awalnya takut disuntik, akhirnya tidak. “Sakit tadi. Tapi senang bisa foto-foto bersama teman-teman sesudah vaksin,” tuturnya.

Baca juga:  2.588 Pelajar Kota Salatiga Divaksin

Salah satu orang tua siswa, Endah Susilaningrum, bersyukur karena pemerintah memperhatikan anak-anak untuk melakukan vaksinasi. Ia berharap dapat melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara normal. “Harapannya seperti itu,” tuturnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya