alexametrics

47 Orang terpapar Omicron, Sebagian Besar Setelah Perjalanan dari Turki

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Sejauh ini Indonesia sudah mencatat 47 kasus Covid-19 varian Omicron. Dari jumlah itu, dominasi berasal dari perjalanan ke luar negeri. Yakni,  46 kasus. Sedangkan satu kasus merupakan kasus lokal. Yaitu, pria warga Medan yang tak punya catatan ke luar negeri.

Dilansir dari podcast Deddy Corbuzier,  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bagaimana proses varian Omicron ke Indonesia. Paling banyak ternyata mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari Turki.

Kata Menkes Budi, omicron masuk paling banyak dari Turki. Lalu London dan UEA. “Rupanya banyak masyarakat kita suka liburan ke Turki saat ini. Di London kan sedang tinggi dan itu Eropa sama dengan Turki,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin kepada Deddy Corbuzier.

Baca juga:  Sering Disepelekan, Sampah Elektronik Ternyata Simpan Racun Berbahaya

Beruntung, jelas Menkes Budi, kasus Omicron ditemukan saat di wilayah karantina dan pintu masuk internasional. Meski begitu,  sistem dan pengawasan karantina dikhawatirkan  bisa saja jebol.

”Beruntung ketemunya di karantina. Ketangkap di karantina. Tapi sehebat-hebatnya karantina kita, suatu saat akan ada yang lolos. Jebol juga.”

Menkes Budi menyampaikan,  kemungkinan besar tingkat keparahan varian Omicron  antara 25–50 persen lebih mild atau ringan daripada Delta. Namun, tetap saja wajib waspada berkaca dari Afrika Selatan.

”Kami sampai telepon orang Afrika Selatan, ternyata kasus di RS belum terlihat naik minggu pertama. Tunggu sebulan lagi baru kemudian melonjak. Nah lalu angka pasien di RS juga naik. Kemudian angka kematian naik setelah pasien sebulan masuk RS. Maka Omicron ini bisa menyebabkan 40 persen lebih peak atau tinggi orang masuk RS dibandingkan Delta,” ujarnya. (jawapos.com/isk)

Baca juga:  2.613 Anak Rampung Vaksin

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya