alexametrics

1.154 Perempuan Semarang Menderita Osteoporosis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mencatat 1.154 perempuan, setara dengan 74 persen menderita osteoporosis. Oleh karena itu, memperingati Hari Ibu ke-93 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Semarang menggelar seminar mencegah osteoporosis.

Seminar bertemakan Gerak Langkah Perempuan Sehat Tanpa Osteoporosis Untuk Semarang semakin Hebat, memberikan hak pengetahuan kepada perempuan soal pentingnya menjaga kesehatan tulang.

Kepala DP3A Semarang Mukhamad Khadik mengapresiasi perjuangan para ibu, perempuan hebat di Kota Semarang. Dengan edukasi pencegahan osteoporosis, DP3A Semarang berharap dapat menekan angka penderita penyakit tersebut. “Kami tidak ingin ada lagi perempuan yang terkena osteoporosis,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain diisi dua narasumber dari dokter spesialis, dr Neni Muljanti dan dr Djamal Tahitoe, Ketua Tim Penggerak PKK Krisseptiana Hendrar Prihadi ikut mengisi seminar tersebut. Tia-sapaan akrabnya mendorong ibu-ibu untuk peduli pada kesehatan diri sebelum mengurus keluarga.

Baca juga:  Peringati Hari Rabies, Sediakan 1.650 Dosis Vaksin

Pasalnya selama pandemi ia melihat peran yang diambil perempuan dalam rumah tangga semakin besar. Sebagian menjadi tulang punggung dan masih harus mengurus sekolah daring anak-anaknya. Mereka pun kerap lupa memperhatikan kesehatannya sendiri. “Makanya tokoh-tokoh perwakilan perempuan yang hadir di sini kita harapkan bisa mengedukasi anggotanya dengan cakupan yang lebih luas,” katanya.

Sebanyak 200 peserta perwakilan mulai dari kader penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), anggota DPRD, Dharma Wanita, hingga bidan di Kota Semarang hadir pada kesempatan tersebut. Para peserta diberi kesempatan tanya jawab dengan ketiga narasumber.

Ketiga narasumber sepakat olahraga teratur, manajemen stres, dan pemenuhan kebutuhan gizi dapat mencegah tulang keropos atau osteoporosis. Dengan begitu para perempuan tetap dapat beraktivitas normal meski menginjak usia lanjut nantinya. (taf/ida)

Baca juga:  Enam Kecamatan Zero Kasus Covid-19, Kota Semarang Kembali Level 1

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya