alexametrics

Dinkes Semarang Wajibkan Mahasiswa Vaksin Dua Kali

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banyaknya univeritas di Kota Semarang yang mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Terutama mahasiswa dari luar daerah yang akan kembali masuk dan tinggal di Ibu Kota Jawa Tengah.

Karena itulah, Dines Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mewajibkan mahasiswa yang hendak mengikuti PTM di setiap universitas wajib sudah divaksin dua kali. Hal ini dilakukan untuk menekan angka penularan Covid-19 yang angkanya semakin rendah.

“Kami sudah sepakat dengan para akademisi di universitas untuk syarat ini. Mahasiswa harus sudah vaksin dua kali kalau mau ikut PTM,” kata Kepala Dinkes Kota Semarang M Abdul Hakam Senin (6/12).

Baca juga:  Peringati Hari Rabies, Sediakan 1.650 Dosis Vaksin

Hakam menjelaskan, Dinkes akan memfasilitasi mahasiswa yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama (V1), untuk bisa ikut vaksinasi dosis kedua di Puskesmas terdekat tempat tinggal ataupun rumah kos. Bahkan bisa difasilitasi di sentra vaksinasi Tentrem Mall tanpa harus menunjukkan surat domisili. “Langsung saja menuju puskesmas yang dekat tempat tinggal, untuk bisa mendapatkan vaksin dosis kedua,” tuturnya.

Saat ini, kata Hakam, sudah banyak perguruan tinggi di Kota Semarang yang mulai melakukan PTM. Dinkes pun melakukan langkah antisipasi terjadinya penularan di kampus, apalagi banyak mahasiswa yang kuliah di Semarang berasal dari luar kota. “Kami akan melakukan random sampling deteksi dini Covid-19 di perguruan tinggi yang sudah mulai menerapkan PTM,” tambahnya.

Baca juga:  Tawarkan Konsep Homey, Nongkrong di Jenderal Coffee & Tea Berasa di Rumah Sendiri

Sementara itu, untuk vaksinasi pelajar juga terus dikejar, salah satunya adalah vaksinasi kepada siswa kelas 5 dan 6 yang usianya sudah memasuki 12 tahun 1 hari yang jumlahnya cukup banyak.

“Kami minta puskesmas untuk bergerak. Begitu pula pelajar SMP dan SMA yang termasuk penyintas. Harapannya bulan ini selesai, lalu dilakukan penjadwalan kepada anak usia 6-11 tahun. Kalau petunjuk teknis (juknis) dari Kemenkes sudah keluar,” katanya.

Peningkatan vaksinasi di daerah yang capaiannya masih rendah akan terus dikejar Dinkes Kota Semarang. Puskesmas akan terus melakukan vaksinasi door to door serta melakukan pendekatan melakui tokoh masyarakat maupun tokoh agama. Saat ini sudah tidak ada kecamatan yang capaian vaksinasinya di bawah 70 persen.

Baca juga:  Parenting yang Tepat, Kunci Cegah Stunting

“Tim promotor kesehatan dan lintas sektoral melakukan edukasi terlebih dahulu di wilayah yang capaiannya masih rendah. Kemudian, disusul tim vaksinasi. Untuk capaian masih ada beberapa wilayah yang kurang 70 persen, itu akan kami kejar,” tegasnya.

Selain itu, vaksinasi juga akan digenjot untuk pedagang di pasar tradisional, tempat-tempat-tempat umum, bahkan kerjasama di acara musik. “Petugas harus memastikan bahwa masyarakat yang berkumpul sudah divaksinasi,” pungkasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya