alexametrics

Nakes Lebih Pede setelah Divaksin Booster

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Proses vaksinasi ketiga atau vaksin booster mulai dilakukan. Sasarannya, tenaga kesehatan (nakes) di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. Pelaksanaan vaksin booster dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Semarang, Selasa (10/8/2021).

Saiful Bahri, nakes Puskesmas Gunungpati mengaku lebih pede atau percaya diri setelah mendapatkan vaksinasi booster. “Nggak perlu takut, karena nakes merupakan garda terakhir untuk menangani pasien Covid-19,” katanya usai mendapatkan vaksin ketiga.

Ia mengaku, sama seperti vaksinasi pertama dan kedua, tidak ada gejala ataupun keluhan. Ia hanya merasa sedikit pegal usai disuntik vaksin Moderna. Beda dengan vaksin Sinovac, sebelum disuntik Moderna, diwajibkan dalam kondisi sehat.

“Kalau Moderna harus fit kondisinya. Saya disarankan tidak begadang, dan harus sarapan dulu. Alhamdulillah berjalan lancar dan siap melayani masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinkes Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan, sampai siang kemarin tercatat ada 1.795 nakes yang sudah mendapatkan vaksinasi booster. “Mungkin kalau full hari ini (kemarin) bisa 2.000 lebih nakes yang sudah divaksin booster,” katanya.

Baca juga:  PSIS Tak Ingin Menanggung Malu di Kandang

Sebelumnya, Dinkes mendapatkan 1.000 vial vaksin Moderna dari provinsi. Satu vialnya untuk 14 dosis. Sementara dari data yang dimiliki Dinkes Kota Semarang, sedikitnya ada 25 ribu nakes yang terdaftar di Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK).

“Total sekitar 14 ribu dosis, nah jumlah nakes yang ada sekitar 25 ribu orang, yang disasar mendapatkan vaksin booster,” bebernya.

Terkait penyimpanan, lanjut Hakam, setiap faskes harus menyediakan freezer untuk menyimpan vaksin Moderna ini. Pasalnya, vaksin ini wajib disimpan di suhu minus 35 derajat. Untuk sementara, satu faskes mendapatkan 5 vial atau 70 dosis.

“Penyimpanannya di freezer, sejam sebelum digunakan harus dikeluarkan agar mencair. Setelah mencair, harus dihabiskan, tidak boleh disimpan lagi,” jelasnya.

Syarat nakes yang bisa menerima vaksin booster ini, lanjut Hakam, adalah mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi tahap kedua minimal tiga bulan lalu. “Syaratnya adalah sudah mendapatkan dosis kedua, menggunakan Sinovac ataupun Astrazeneca sampai akhir April atau berjarak tiga bulan,” ujar dia.

Baca juga:  Tanahnya Diduga Diserobot, Mantan Wali Kota Semarang Ajukan Gugatan

Disinggung terkait delay-nya sentra vaksinasi, Hakam menilai vaksin saat ini masih ada di Kemenkes ataupun di Biofarma untuk diproduksi. “Kalau difabel menggunakan Sinofarm, jadi kalau dosis pertama menggunakan Sinovac ya pada dosis keduanya harus Sinovac,” tambahnya.

Beberapa sentra vaksinasi, lanjut dia, saat ini juga masih ditutup karena stok vaksin yang menipis. Padahal pada pekan ini jadwal masyarakat yang harus di vaksin sekitar 40 ribu atau membutuhkan 4 ribu vial vaksin.

“Yang ada saat ini stoknya Astrazeneca digunakan untuk V1. Nggak mungkin untuk V2 kalau sebelumnya menggunakan Sinovac,” tandasnya.

Proses vaksinasi kepada nakes juga sudah dilakukan di RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN) sejak Senin (9/8/2021) lalu. Jumlah sasaran nakes di rumah sakit milik Pemkot Semarang ini sebanyak 1.800 orang. Vaksin Moderna baru diterima RSWN Sabtu pekan lalu.

Baca juga:  29 Warga Ungaran Barat Terserang Chikungunya

“Kriterianya sama sudah mendapatkan suntikan kedua, bedanya sebelum di vaksin kondisi harus fit, kalau tidak ditunda dulu,” kata Wakil Direktur Pelayanan RSWN, Lia Sasdesi.

Lia menjelaskan, RSWN menerima sekitar 100 vial vaksin moderna. Selain harus dalam kondisi sehat, penyitas Covid-19 yang sembuh kurang dari tiga bulan tidak boleh menerima vaksin. Juga nakes yang dalam kondisi hamil.

“Dari Januari sampai Juli, ada 300 nakes kami yang terkonfirmasi. Yang belum tiga bulan kita tunda dulu,” paparnya.

Perlakuan khusus, lanjut Lia, juga harus diberikan untuk vaksin Moderna. Selain harus di bawah suhu minus 35 derajat Celsius, daya tahan vaksin setelah dicairkan dan dibuka hanya bisa bertahan dua jam. Terkait tempat penyimpanan, Susi mengaku RSWN memiliki sarana yang sudah memadai.

“Sebenarnya kita bisa melakukan vaksinasi 500 nakes dalam sehari. Namun karena harus fit, jadi harus dipilah betul sasarannya. Jadi hanya 125 orang per hari, dan dijadwalkan,” bebernya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya