Beranda Berita Kesehatan Hindari Gangguan Kejiwaan Lewat Pengenalan Diri Sendiri

Hindari Gangguan Kejiwaan Lewat Pengenalan Diri Sendiri

0
Hindari Gangguan Kejiwaan Lewat Pengenalan Diri Sendiri

JawaPos.com – Gangguan kejiwaan dan gagal fungsi otak bisa terjadi kapan saja. Di antara pemicunya, bisa karena salah jurusan saat kuliah yang membuat kegiatan sehari-hari tidak nyaman. Kondisi itu makin diperburuk saat masuk dunia kerja yang tidak didasari oleh passion dan bakat.

Yayasan Sehat Mental Indonesia (YSMI) mencoba untuk memecahkan masalah itu lewat Jambore Santri Talents Mapping 2019 di Surabaya. Dalam acara yang berlangsung hingga Minggu (7/7), diikuti 200 peserta dari beragam profesi. Workshop dan seminar tersebut juga menjadi ajang temu kangen para praktisi Talents Mapping.

Dari acara itu, peserta diajak untuk mengetahui lebih dalam mengenai dirinya sendiri.  Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah dr.Rama Giovani, Sp.KJ yang menyampaikan pandangan dari sisi kesehatan mental. Dia mengajak untuk membangun kesadaran peserta atas pentingnya kesehatan mental emosional.

Pria yang juga founder YSMI dan Switch Up Mental Health Care & Human Development itu mengungkapkan, banyak gangguan kejiwaan dan gagal fungsi otak manusia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pendorongnya, paradigma untuk menyembuhkan sakit daripada membentengi diri supaya tidak sakit.

“Selama ini kita jarang sekali membentengi diri dengan bagaimana hidup sehat. Sebab, paradigma berobat setelah sakit itu masih tumbuh di masyarakat,” tutur dr Rama, di Singgasana Hotel, Jalan Gunungsari, Kota Surabaya, Sabtu (6/7).

Oleh sebab itu, kata dia, cara pandang masyarakat harus didorong untuk diubah. Salah satunya dengan memberikan paradigma sehat dengan cara mengerti diri sendiri. “Banyak mahasiswa salah jurusan karena tidak mengenal dirinya sendiri. Jadinya, Saat menjalani kuliah lebih banyak stresnya ketimbang enjoy,” urai ayah satu orang anak itu.

Tidak berhenti di situ, dari pengalamannya, dunia kerja juga ikut menyumbang stres. Terutama, bagi orang yang bekerja tidak sesuai dengan kemampuannya. “Akan lebih parah lagi, setelah masuk kerja pekerjaannya tidak nyambung dengan bakat. Dijamin akan selalu stres,” sambungnya.

Pria yang juga praktik di Medika Antapani, Klinik Sehat Mental serta RSUD Cianjur tersebut mengaku, setiap hari menangani kurang lebih 150 pasien dengan gangguan kejiwaan. Umumnya para pasien tersebut mengalami depresi akibat beragam tekanan.

“Di Jambore Talents Mapping 2019, peserta diajak untuk tidak hanya be your self tapi juga know your self,” tandasnya. Kegiatan itu dilaksanakan tepat pada pukul 14.00 hingga pukul 15.00 pada sesi ketiga Jambore Talents Mapping 2019.