LSPR Run 5K, Sehatkan Tubuh Sejak Muda dengan Olahraga Lari

320

JawaPos.com – Olahraga lari saat ini sedang menjadi tren dan bagian dari gaya hidup kaum urban. Lari adalah olahraga paling murah dan mudah dilakukan. Asyik dilakukan sendiri, lebih seru lagi dilakukan berkelompok. Karena itu, berbagai ajang olahraga lari saat ini sedang banyak digelar oleh sejumlah instansi.

Salah satunya digagas oleh milenial anak-anak muda mahasiswa dari London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Ajang ini murni dari kalangan mahasiswa LSPR yang akan digelar pada 14 Juli 2019 di kawasan car free day FX Sudirman, Jakarta. Program lari tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) LSPR ke 27 yang jatuh pada 1 Juli lalu. Tak kurang dari 1.000 peserta ditargetkan akan berpartisipasi pada event lari berhadiah total Rp 270 juta.

“Saat ini banyak event lari yang digelar berbagai perusahaan besar. Ada juga dari kampus tetapi disponsori acara besar. Bedanya dengan ajang kali ini adalah murni dari mahasiswa LSPR, anak-anak muda menangani event lari berskala besar. Mahasiswa yang merancang konsepnya hingga mengeksekusi konsep event tersebut,” papar Dosen dan Ketua Pelaksana LSPR Run, Tunggul Siahaan dalam konferensi pers, Jumat (5/7).

Tahun ini pihak LSPR melepas mahasiswa untuk bisa menangani ajang besar dengan konsep outdoor dalam format lari. Menurutnya, tantangan tentu berbeda antara penyelenggaraan di dalam kampus, indoor di dalam mal, hingga outdoor seperti event lari.

“Sebelumnya, mahasiswa juga pernah menggelar konser musik, bazaar, dan pameran,” jelas Tunggul.

Pada event ISPR Run kali ini, ada 110 mahasiswa semester enam jurusan Marketing Communication yang terlibat dalam merancang konsep sekaligus mengeksekusi event. Pada kesempatan itu, mahasiswa juga diedukasi untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak (eksternal) antara lain dengan pihak pengelola venue, race management, sponsor, media, dan berbagai vendor event.

Tak hanya lari, pada event tersebut, diungkapkan Tunggul, LSPR juga akan menghadirkan sejumlah hiburan. Di antaranya entertainment yang dibawakan oleh mahasiswa maupun alumni, serta penampilan JKT 48. Seperti diketahui beberapa personilnya adalah juga alumni LSPR. Dalam menggelar event lari ini, mahasiswa LSPR menggandeng race management yang memang sudah piawai menangani event lari berskala besar, yakni debrads Race Management.

Ajang olahraga lari LSPR Run digelar dan melibatkan JKT48 (Marieska Virdhani/JawaPos.com)

“Event lari ini merupakan lari 5K, yang akan mengambil rute FX Sudirman, bunderan Semanggi, dan kembali lagi ke FX Sudirman,” kata debrads Race Management, Pico.

Selama penyelenggaraan lari 5K ini, tambah Pico, disediakan pula ambulans, petugas medis, dan dokter yang stand by di lokasi. “Kami bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloam yang memang lokasinya berdekatan dengan event ISPR Run,” tutur Pico.

Sementara itu, Synergy WorldWide sebagai produsen suplemen kesehatan dengan salah satu produknya ProArgi 9+ ikut terlibat dalam ajang ini. Synergy WorldWide memberikan undian berhadiah berupa jalan jalan ke Korea untuk para peserta LSPR Run yang membeli ProArgi 9+ selama periode pendaftaran lomba.

Manfaat Lari

Dilansir dari Men’s Health, Sabtu (6/7), dokter dari Kedokteran Olahraga dan Instruktur Kebugaran, Jordan Metzl, MD, dari Universitas Cornell mengatakan olahraga yang paling efisien adalah lari.
Meskipun tidak bisa dipastikan pengaruhnya dalam penurunan berat badan, beberapa penelitian menunjukkan lari lebih efektif daripada berjalan.

Secara keseluruhan, pelari reguler memiliki risiko 30 persen lebih rendah meninggal akibat penyakit jantung selama periode 15 tahun. Hal itu diungkap dalam sebuah studi besar lebih dari 55 ribu orang.

Dengan berlari, fungsi endotel pada tubuh akan lebih baik. Berlari mendorong tubuh untuk memproduksi lebih banyak nitric oxide, vasodilator yang kuat. Semakin banyak berlari, semakin banyak mitokondria penghasil energi yang tumbuh di dalam sel. Mitokondria memainkan peran penting dalam membantu tubuh mengubah glukosa menjadi energi, sebagian mengatur sekresi hormon insulin. Jadi, semakin baik tubuh mengatur gula darah akan menangkal diabetes tipe 2.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani