Hindari Penularan Hepatitis A, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

320
JawaPos.com – Penyakit Hepatitis A kembali marak menjadi perbincangan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat setelah munculnya kasus di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur per Senin 1 Juli menyebutkan warga yang terinfeksi virus ini mencapai 975 orang.

Secara umum, seseorang yang terjangkit hepatitis A biasanya karena perilaku atau pola makan dan minum yang kurang higienis. Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengungkapkan jumlah kasus hepatitis biasanya akan meningkat di akhir kemarau dan di masa awal musim hujan seperti saat ini.

Lalu apa sebetulnya hepatitis A dan seberapa bahayanya?

Hepatitis A adalah infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus, ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar virus serta melalui kontak langsung. Selain itu,  hubungan seksual juga bisa menjadi penyebab tertular hepatitis A jika melakukan seksual secara anal atau oral.

Virus ini juga terdapat pada feses pasien yang terinfeksi. Meski demikian, ia menegaskan, hepatitis A sebenarnya tak mudah menular. “Karena sebenarnya tidak mudah untuk tertular dari satu orang ke orang lain yang hanya karena misalnya bertemu di kampus,” tegasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Biasakan mencuci tangan setelah dari toilet atau sebelum makan guna menghindari penularan virus hepatitis A. (USA Today)

Ia pun menerangkan kalau hepatitis virus A tidak bisa menjadi hepatitis B. Karena memang virus penyebabnya berbeda. Oleh karena itu, jika pernah divaksinasi oleh vaksin hepatitis B tidak berarti juga sudah terlindungi dari infeksi virus hepatitis A. Tetapi bisa saja dalam satu kasus pasien mengalami 2 macam infeksi yaitu infeksi virus B dan juga hepatitis virus A.