Gizi ASI Tak Seimbang, Pengaruhi Tumbuh Kembang Bayi

315

RADARSEMARANG.COM – AIR susu ibu (ASI) wajib diberikan kepada bayi secara eksklusif sampai usia dua tahun. Pada 6 bulan pertama pascamelahirkan, bayi hanya mengomsumsi ASI. Kemudian pada 6 bulan kedua, bayi sudah diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) sebagai tambahanan nutrisi.

Nutrisionist Instalasi Gizi RSUP dr Kariadi, Rani Armeidhani mengatakan bahwa menyusui pascamelahirkan ibu membutuhkan kalori tambahan sebesar 500 kalori setap harinya dari angka kecukupan gizi sekitar 2.100. Sementara pada 6 bulan kedua, tambahan kalori yang dibutuhkan turun menjadi 400 kalori dari angka kecukupan gizi. “ASI ini adalah makanan utama untuk tumbuh kembang bayi. Gizi di dalamnya bisa memenuhi kebutuhan nutrisi bayi,” katanya.

Ia menjelaskan, ASI sendiri diproduksi dari apa yang dimakan oleh ibu. Sehingga harus memperhatikan gizi seimbang mulai dari karbohidrat, protein, mineral, lemak dan lainnya. Hal inilah yang menjadi acuan kebutuhan konsumsi gizi bagi bayi. Jika tidak seimbang, akan mengganggu proses tumbuh kembang buah hati. “Untuk ibu menyusui, proporsi makannya harus ditambah. Misalnya tiga kali makan besar dengan tambahan lauk ataupun nasi setengah porsi setiap makan dan tiga kali sehari camilan,” ucapnya.

Menurut Rani, konsumsi makanan seimbang adalah 1 potong daging, tempe, lemak, vitamin, mineral zat besi dan lainnya sesuai dengan kebutuhan bayi. Selain itu, harus rajin mengonsumsi serat dari buah dan satur. “Semua makanan diperbolehkan, asalkan porsinya sesuai. Selain itu, harus diperbanyak minum air putih sehari mencapai 3 liter untuk orang menyusui,” tambahnya.