Pindahan Pedagang Pasar Induk Wonosobo Molor Lagi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Batas akhir penempatan pedagang di pasar darurat dijadwalkan selesai Senin (8/8) lalu. Namun wacana tersebut kembali gagal. Belum ada 50 persen pedagang yang berpindah lokasi ke gedung baru Pasar Induk.

“Yang sudah punya lapak saja bingung, apalagi yang belum punya,” terang Susilowati, 67, salah satu pedagang gerabatan di Pasar Induk Wonosobo saat ditemui di lapak penampungan sementara Senin (8/8) siang.

Ia mengaku belum bisa pindah ke gedung baru meskipun sebagian besar pedagang yang berada di sekitar lapaknya sudah pindah. Ia dan beberapa pedagang memilih bertahan lantaran lapak yang diterima di gedung baru itu sangat sempit.

“Saya dari komoditas gerabatan ini sebenarnya sudah dapat mas di lantai satu. Cuma setelah dilihat kok lapaknya cuma dikasih 70 sentimeter. Lah buat naruh barang saja sudah tidak bisa,” terangnya.

Baca juga:  Keracunan Gas di Proyek PLTP Dieng, 1 Pekerja Tewas, 6 Dirawat, Ini Penjelasan PT Geo Dipa Energi

Ia menggambarkan lapak yang akan digunakan itu hanya selebar satu lantai keramik pasar. Panjangnya dua keramik. Ditambah bagian dalam lapaknya sudah ada tiang beton yang mengurangi luasan lapak yang akan digunakan. “Akhirnya cuma bisa bingung to mas, orang itu satu-satunya lapak yang diberikan ke kita. Malah cuma dikasih segitu,” jelasnya.

Dengan kondisi yang demikian itu, pihaknya lebih memilih untuk menunda pembongkaran lapaknya terlebih dahulu. Sembari menunggu kepastian adanya penambahan lapak untuk dirinya dan beberapa pedagang lain bisa berjualan kembali di gedung yang baru.

“Katanya kan mau dipindah di basement, tapi kan itu belum jadi. Sembari menunggu, kita disuruh rebutan cari lapak baru untuk penampungan di sebelah selatan,” ujarnya.

Baca juga:  Sejumlah Pedagang Setuju Skema Pemerintah

Bersama ratusan pedagang lainnya, rencananya Susilowati akan pindah ke tempat penampungan yang baru. Jika beberapa tahun terakhir ini menggunakan lapak di jalan Resimen sebelah utara, mulai Selasa (9/8), dirinya akan mencari lapak penampungan yang baru di Jalan Resimen sebelah selatan.

“Pada rebutan nyari mas. Karena yang belum bisa masuk kan banyak. Ada 400 pedagang. Masih ada dari komoditas sayuran, gilingan kelapa dan tahu-tempe yang belum terima lapak. Mereka yang rencananya akan gunakan basement nantinya,” lanjutnya.

Dari hasil pantauan wartawan Jawa pos Radar Magelang saat melihat langsung ke pasar penampungan memang sudah mulai banyak pedagang yang berpindah. Tampak di jalan Resimen sebelah utara, jalan Pasar Satu banyak lapak yang telah dibongkar.

Baca juga:  Desa Kreo Wonosobo Diproyeksikan Jadi Desa Wisata Atlet

Namun di Jalan Pasar Dua dan Jalan Resimen sebelah selatan hampir belum terlihat ada lapak yang akan dibongkar. Sejumlah pedagang juga belum terlihat akan segera pindah dari lokasi pasar penampungan sementara.

Di dalam gedung baru Pasar Induk juga masih ditemui sejumlah kendala. Wacana pemindahan ini terkesan sangat dipaksakan. Sebab sejumlah fasilitas dalam lapak belum siap ditempati. Pedagang kesulitan menemukan kunci yang pas untuk membuka ruko, air kran yang masih belum menyala dan sederet masalah lain jadi sebab pemindahan tak bisa dipaksakan saat ini.

Belum ada pernyataan resmi pemerintah Kabupaten Wonosobo. Wartawan koran ini mencoba mengonfirmasi Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Agung Prabowo tapi belum ada belum ada jawaban. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya