Lapak Darurat Pasar Induk Wonosobo Mulai Dibongkar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pedagang di Pasar Induk Wonosobo pada Minggu (7/8) kemarin dijadwalkan pindah dari pasar darurat. Namun pemerintah masih kesulitan untuk mengakomodasi seluruh pedagang yang akan masuk.

“Sudah ada sekitar 30 persen pedagang yang masuk. Sisanya nanti akan menyusul di hari berikutnya,” terang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Wonosobo Heri Setiawan Minggu (7/8) sore.

Ia menyebut, belum seluruh pedagang masuk karena memang lapak yang akan digunakan di dalam gedung belum selesai direnovasi. Ssembari menunggu masa perbaikan itu selesai dilakukan, pedagang masih diperbolehkan berdagang di pasar darurat.

Meski sudah ada 30 persen pedagang yang mulai berpindah ke gedung baru Pasar Induk, faktanya sejumlah persoalan masih terjadi. “Sekarang itu masih banyak yang teriak-teriak kalau mereka tidak bisa menempati yang setengah-setengah (lapak dengan lebar 70 centimeter) itu,” terangnya.

Baca juga:  Gulirkan Program Subsidi Bunga

Meskipun direncanakan kemarin menjadi hari terakhir pedagang berada di pasar penampungan, namun masih ada ratusan pedagang yang belum menerima lapak. Termasuk bagi pedagang yang hanya terima lapak selebar 70 centimeter. “Itu masih ada sekitar 170 pedagang yang masih kesulitan mendapatkan lapak. Untuk pedagang yang terima setengah meter itu masih ada 30-an pedagang,” terangnya.

Untuk mengurai masalah tersebut, pemerintah memberikan solusi dengan melakukan penambahan lapak di basement. Namun hingga saat ini penambahan lapak di basement ini masih belum siap untuk digunakan. “Kalau sudah ada, basement ini akan digunakan untuk mengakomodir pedagang sayuran, tempe, tahu, dan gilingan kelapa,” ujarnya.

Sementara bagi 30 pedagang yang mendapat lapak hanya selebar 70 centimeter itu belum ada kepastian. Pihaknya masih mencarikan alternatif solusi bagi mereka. Misalnya dengan memberikan lapak di lantai 3 atau di lokasi lain.

Baca juga:  Waduk Wadaslintang Dibuka, Alat Pancing Sitaan Dikembalikan

Memang diakui Heri, pola penempatan pedagang Pasar Induk Wonosobo merupakan kombinasi atau konsep gabungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) dengan memperhatikan aspek kearifan lokal.

Kearifan lokal yang dimaksud dalam penempatan pasar induk adalah pola pengaturan dilakukan oleh pedagang. “Kearifan lokal itu, pembagian diserahkan kepada RT di pasar, dan itu bagian dari permintaan PPIW yang dituangkan dalam kesepakatan bersama,” katanya.

Persoalan lain yang muncul, semua pedagang hanya ingin menempati lantai dasar saja. Sementara masih ada beberapa lapak di lantai tiga yang belum ditempati. Padahal dalam nota kesepakatan yang dibuat itu, setiap lantai di pasar harus ditempati pedagang. (git/ton)

Baca juga:  Latgab, Siaga Hadapi Bencana Bersama

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya